counter

Rusak mesin, KM Bajoe dievakuasi

Rusak mesin, KM Bajoe dievakuasi

Ilustrasi: Evakuasi kapal (ANTARA FOTO/Izaac Mulyawan)

"...seluruh penumpang dan ABK (anak buah kapal) berjumlah 101 orang dievakuasi ke Pelabuhan Bastiong, Ternate"
Ternate (ANTARA News) - Kantor Pencarian dan Pertolongan Basarnas Ternate, mengevakuasi kapal KM SS Bajoe rute Ternate tujuan Kayoa, Halmahera Selatan, Maluku Utara, akibat mengalami kerusakan mesin di perairan Tidore.

"Selain itu, seluruh penumpang dan ABK (anak buah kapal) berjumlah 101 orang dievakuasi ke Pelabuhan Bastiong, Ternate," kata Kepala Basarnas Ternate Muhammad Arafah di Ternate, Maluku Utara (Malut), Minggu.

Menurut dia, setelah dilakukan pendataan penumpang di lokasi, data penumpang berjumlah 94 orang dan ABK tujuh orang dan dari 101 orang penumpang, 71 orang dievakuasi dengan menggunakan KN SAR Pandudewanata dan 30 orang tidak mau dievakuasi dengan alasan tidak mau meninggalkan barang bawaan.

Menurut dia, Basarnas Ternate menerima infomasi dari kapten Kapal bernama Hari Budiman bahwa telah terjadi kondisi membahayakan jiwa manusia di sekitar perairan Tidore pada koordinat 00?38.488`N / 127?21.406`E.

Setelah menerima informasi, satu tim penyelamat disiapkan untuk  melakukan operasi SAR dengan menggunakan KN SAR 237 Pandudewanata langsung bergerak menuju ke lapangan.

Saat itu, KN SAR 237 Pandudewanata sampai di LKP dan merapat ke KM SS Bajoe di koordinat 00?34.341` N / 127?21.572` E untuk melakukan evakuasi terhadap penumpang.

Selanjutnya KN SAR 237 Pandudewanata bertolak ke Pelabuhan Perikanan Bastiong, sedangkan KLM SS Bajoe dan 30 org penumpang dan 7 orang ABK ditarik oleh KM Pulau Kijang ke Pelabuhan Rakyat Bastiong, Kota Ternate, dan memastikan seluruh penumpang diserahkan ke pihak keluarga dalam keadaan selamat.

"Dengan dievakuasi itu seluruh penumpang dan ABK KM Bajoe dalam keadaan selamat maka Operasi SAR ditutup," kata Muhammad Arafah.

Baca juga: SAR gabungan evakuasi 32 ABK kapal rusak mesin

Pewarta:
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar