Koridor satwa Batangtoru diperkaya pepohonan lokal baru

Koridor satwa Batangtoru diperkaya pepohonan lokal baru

Bupati Tapanuli Selatan Syahrul Pasaribu (jongkok kanan) bersama Komisaris NSHE Muhammad Munir (jongkok kedua kanan), Ketua Majelis Wali Amanat USU Panusunan Pasaribu (berdiri kanan), Direktur NSHE Sarimudin Siregar (berdiri ketiga kanan) berfoto bersama pemangku kepentingan lainnya seusai menanam pohon di kawasan Batangtoru, Desa Bulu Mario, Kecamatan Sipirok, Tapsel, Sumut, Senin (15/10/2018). (Foto: istimewa)

Penanaman tanaman multifungsi pada koridor satwa di Bulu Mario lansekap Batangtoru ini merupakan bagian dari komitmen kami merawat kelestarian alam.
Jakarta (ANTARA News) - Pengembang llPLTA Batangtoru, PT North Sumatera Hydro Energy (NSHE), bersama pemangku kepentingan menanam berbagai pepohonan lokal untuk memperkaya tanaman multifungsi pada koridor satwa kawasan Batangtoru di Desa Bulu Maro, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumut, Senin.

Kegiatan itu merupakan pesan kuat pengembang untuk mewujudkan komitmennya membangun pembangkit listrik berbasis energi baru terbarukan dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan kawasan Batagtoru, demikian keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin.

NSHE bertekad membangun PLTA Batangtoru sesuai kaidah konservasi. Acara ini dihadiri  Bupati Tapanuli Selatan Syahrul M. Pasaribu, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli Kementerian LHK, Pratiara Lamin,  Direktur NSHE Sarimudin Siregar, Ketua Majelis Wali Amanat USU Panusunan Pasaribu, Dekan Fakultas Kehutanan USU Siti Latifah, dan tokoh masyarakat setempat.

"Penanaman tanaman multifungsi pada koridor satwa di Bulu Mario lanskap Batangtoru ini merupakan bagian dari komitmen kami merawat kelestarian alam. Sebagai pembangkit listrik dengan air sebagai sumber bakunya, PLTA Batangtoru sangat berkepentingan dengan kelestarian alam dan masyarakat," ujar Sarimudin.

Pengayaan tanaman multifungsi sesuai karakteristik flora lansekap Batangtoru diharapkan meningkatkan suplai sumber pakan secara alami untuk kebutuhan satwa liar di kawasan tersebut. Kegiatan ini akan berlangsung secara berkesinambungan dengan melibatkan masyarakat setempat secara aktif dan pemangku kepentingan lainnya sesuai arahan pemerintah.

Berdasarkan hasil pemantauan Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli, habitat orangutan tapanuli di kawasan Batangtoru tersebar pada tiga blok terpisah, yakni blok barat, timur, dan selatan. Populasi orangutan terbanyak berada di blok barat, yang mengarah ke Adian Koting, Kabupaten Tapanuli Utara, diikuti blok timur, yakni wilayah cagar alam (CA) Sipirok di Tapsel.
 
Adapun populasi orangutan terendah berada di blok selatan, terutama CA Sibual-buali, yaitu 0,41 individu per kilometer persegi. Kawasan blok selatan yang minim jumlah individu orangutan itu berbatasan dengan areal penggunaan lain (APL), yang merupakan lahan perkebunan rakyat berisi, antara lain, pohon karet, petai, dan durian.

Langkah ini juga semakin melengkapi kolaborasi NSHE dalam nota kesepahaman dengan USU dan Pemkab Tapsel untuk merawat kelestarian kawasan Batangtoru yang ditandatangani Sarimudin, Rektor USU Prof. DR. Runtung Sitepu, dan Bupati Tapsel di Medan, Senin (10/9/2018). 

Upaya ini bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 4 Tahun 2016 tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Ketenagalistrikan yang mengamanatkan semua pihak, termasuk pemerintah daerah, harus berperan serta merealisasikannya.

 
Penanaman pepohon lokal di koridor satwa kawasan Batangtoru di Desa Bulu Maro, Sipirok, Tapanuli Selatan, Sumut, Senin. yang dihadiri Bupati Tapsel Syahrul M. Pasaribu, Kepala Balai Penelitian dan Pengembangan Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BP2LHK) Aek Nauli Kementerian LHK Pratiara Lamin,  Direktur NSHE Sarimudin Siregar, Ketua Majelis Wali Amanat USU Panusunan Pasaribu, Dekan Fakultas Kehutanan USU Siti Latifah, dan tokoh masyarakat setempat. (Foto: istimewa)



PLTA Batangtoru pun termasuk Infrastruktur Strategis Ketenagalistrikan Nasional sebagai bagian integral dari Program 35.000 Mega Watt (MW) Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla mendorong pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi ke luar Pulau Jawa. 

PLTA ini berteknologi canggih yang didesain irit lahan dengan hanya memanfaatkan badan sungai seluas 24 Hektare (Ha) dan lahan tambahan di lereng yang sangat curam seluas 66 Ha sebagai kolam harian untuk menampung air, lalu dicurahkan melalui terowongan bawah tanah untuk menggerakkan turbin yang menghasilkan tenaga listrik sebesar 510 MW. 

Model ini membuat sungai tetap mengalir seperti biasa menurut tingkat curah hujan yang ada.



Instruksi KLHK

Penanaman pohon di koridor satwa yang dilakukan NSHE sesuai dengan arahan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK Wiratno meminta NSHE untuk menanam pohon-pohon penghasil pakan untuk orangutan.

KLHK memiliki pehatian penuh untuk memastikan kelestarian orangutan yang ada di bentang alam Batangtoru. Salah satu caranya adalah memastikan ketersediaan pakan bagi orangutan. "Pergerakan orangutan ini tergantung pakannya," ucap Wiratno.

Selain penanaman pohon pakan, KLHK juga sudah menginstruksikan agar NSHE membangun jembatan arboreal untuk menghubungkan habitat populasi orangutan. Saat ini, kata Wiratno, tim KLHK terus berada di lapangan untuk memantau dan memastikan kelestarian orangutan. ***4***

Baca juga: Rektor USU sebut PLTA Batangtoru tidak ancam lingkungan

Baca juga: KLHK perkuat konservasi orangutan di Batang Toru


 

Pewarta:
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar