Presdir Astra yakin ekspor Indonesia bisa lebih besar lagi

Presdir Astra yakin ekspor Indonesia bisa lebih besar lagi

Prijono Sugiarto (FOTO ANTARA/Dhoni Setiawan)

"Ekspor Indonesia hanya sekitar 170 miliar dolar AS per tahun, padahal ini masih bisa ditingkatkan"
Jakarta  (ANTARA News) - Presiden Direktur PT Astra International Tbk, Prijono Sugiarto, meyakini nilai maupun volume ekspor Indonesia bisa lebih besar lagi dari realisasi saat ini mengingat  potensi ekspor yang dimiliki Indonesia masih bisa jauh lebih besar.

"Ekspor Indonesia hanya sekitar 170 miliar dolar AS per tahun, padahal ini masih bisa ditingkatkan," kata Prijono Sugiarto dalam acara kunjungan lapangan ke Industri Kecil Menengah (IKM) Mitra Usaha Astra Ventura dan acara talkshow di PT Sagateknindo Sejati di Karawang, Jawa Barat, Selasa.

Ia membandingkan dengan pencapaian ekspor  Singapura yang  menembus angka sekitar 370 miliar dolar AS per tahun, padahal populasinya jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia.

Menurut dia, Indonesia memiliki potensi yang besar serta dipastikan bisa mengekspor jauh lebih banyak bila produk ekspor nasional memiliki nilai tambah yang tinggi, sehingga harus disiasati dengan baik.

Presdir Astra International mengemukakan sebanyak 454 IKM binaan Astra Ventura diharapkan semuanya bisa mengekspor sehingga ketergantungan Indonesia terhadap dolar semakin menurun.

Baca juga: Neraca perdagangan September 2018 surplus 0,23 miliar dolar

Sebelumnya, Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Assyifa Szami Ilman menginginkan pemerintah agar mendorong transaksi perdagangan internasional dengan mata uang alternatif selain dolar AS.

"Melemahnya nilai tukar rupiah harus ditahan dengan berbagai upaya. Salah satunya adalah perlunya pemerintah mendorong transaksi perdagangan internasional dengan menggunakan mata ulang alternatif," kata Ilman, Jumat (12/10).

Baca juga: Indonesia-Jepang perbarui pertukaran mata uang senilai 22,76 miliar dolar

Menurut dia, hal tersebut diperlukan untuk mengurangi beban perekonomian nasional, terlebih nilai tukar rupiah secara terus menerus hingga menembus angka Rp15.000 per dolar AS tidak dapat dipungkiri sudah menekan perekonomian Indonesia.

Baca juga: BI nilai surplus neraca perdagangan September pertanda baik

Pewarta: M Razi Rahman
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Bawadi Coffee, UMKM yang tembus pasar Eropa berkat Pertamina

Komentar