Metropolitan

JPM Tanah Abang tengah dipasangi taman

JPM Tanah Abang tengah dipasangi taman

Rangkaian Baja Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang Mulai Dipasang di Jalan Raya Jatibaru, Jakarta Pusat. Dokumen PD Pembangunan Sarana Jaya

Jakarta (ANTARA News) - Pembangunan Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau "skybridge" Tanah Abang, Jakarta Pusat tengah dipasang "wire mesh garden" untuk membuat taman di kawasan sekitar.

"Sedang dipasang 'wire mesh garden' untuk pertamanan di skybridge Tanah Abang," ujar mandor JPM Tanah Abang, Eko Satrio di Jakarta, Rabu.

Eko mengatakan instalasi kolom baja merupakan unit tersulit untuk dikerjakan, namun petugas telah menyelesaikannya.

Ia mengaku proyek JPM tersebut sebenarnya telah mencapai 100 persen, hanya tinggal "finishing" saja.

"Ya, tinggal instalasi listrik, paving block, dan trei yang perlu dirampungkan. Sudah masuk tahap finishing," tambahnya.

Sebanyak 160 orang petugas kontruksi bekerja untuk menyelesaikan JPM Tanah Abang yang berada di Jalan Jatibaru Raya.

Para pedagang kaki lima (PKL) Tanah Abang direlokasi sementara, bahkan beberapa masih nampak memenuhi trotoar.

Sebelumnya, sebanyak 100 pedagang menjajal kios di JPM Tanah Abang saat Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar peluncuran awal sekaligus sosialisasi serta penempatan kepada pedagang pada Senin (17/10).

Direktur Utama PD Pembangunan Sarana Jaya Yoory C. Pinontoan menyampaikan, pembangunan JPM akan segera rampung akhir Oktober, sehingga akhir bulan nanti bisa segera difungsikan untuk masyarakat.

"Semua masih 'on the track', walaupun kami perlu menunda. Awalnya memang ditargetkan selesai 15 Oktober, namun untuk keamanan dan keselamatan semua, termasuk pedagang, kita pastikan rampung seluruhnya pada akhir Oktober, itu sudah siap digunakan," kata Yoory.

JPM Tanah Abang merupakan jembatan penghubung Stasiun Tanah Abang hingga ke Blok G dan menjadi jembatan antarmoda yang berintegrasi langsung dengan Stasiun Tanah Abang.

Pewarta: Tessa Qurrata Aini
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar