Piala AFC U-19

Indra Sjafri: Pencapaian tahun 1979 tak pengaruhi Timnas U-19

Indra Sjafri: Pencapaian tahun 1979 tak pengaruhi Timnas U-19

Pelatih tim nasional sepak bola U-19 Indonesia Indra Sjafri memberikan keterangan di konferensi pers sebelum laga skuatnya kontra Taiwan di Grup A Piala U-19 Asia tahun 2018 di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Rabu (17/10). (2018 Asian Football Confederation/AFC)

Itu tidak mengena ke pemain karena mereka belum lahir tahun 1979
Jakarta (ANTARA News) - Pelatih tim nasional sepak bola U-19 Indonesia Indra Sjafri menyebut, pencapaian Indonesia yang berhasil lolos ke Piala U-20 Dunia tidak memengaruhi mentalitas skuat asuhannya di Piala U-19 Asia 2018.

"Itu tidak mengena ke pemain karena mereka belum lahir tahun 1979," ujar Indra di Jakarta, Rabu.

Menurut pelatih asal Sumatera Barat tersebut, yang menjadi penyemangat anak-anak asuhnya di Piala U-19 Asia 2018 adalah pencapaian timnas terkini seperti timnas U-16 Indonesia yang bisa saja lolos ke Piala U-17 Dunia jika tidak ditaklukkan Australia dalam laga perempat final Piala U-16 Asia 2018 di Malaysia.

Lalu, tentu saja dukungan dari masyarakat Indonesia.

"Hal-hal itu lebih berpengaruh kepada tim," kata Indra.

Oleh karena itulah, Indra Sjafri memohon suporter Indonesia untuk memenuhi Stadion Utama Gelora Bung Karno ketika timnas U-19 Indonesia bertanding menghadapi lawan-lawan.

Namun, Indra mewanti-wanti agar suporter yang datang tetap menjunjung sportivitas dan tidak melakukan provokasi.

"Suporter tim nasional Indonesia harus bisa menjadi contoh dan memperlihatkan bagaimana budaya sesungguhnya bangsa Indonesia kepada  dunia," tutur dia.

Adapun di Piala U-19 Asia 2018, timnas U-19 Indonesia menghadapi Taiwan di laga perdananya di Grup A yang berlangsung pada Kamis (18/10) mulai pukul 19.00 WIB di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta.

Di hari yang sama, Grup A terlebih dahulu mempertandingkan Uni Emirat Arab kontra Qatar mulai pukul 16.00 WIB juga di SUGBK.

Sebagai informasi, Indonesia pernah tampil di Piala U-20 Dunia pada tahun 1979, ketika kejuaraan remaja itu masih bernama Kejuaraan Remaja Dunia FIFA.

Ketika itu Indonesia yang dilatih Soetjipto Soentoro dapat berpartisipasi karena beberapa negara yang mengikuti Piala U-19 Asia tahun 1978 tidak bersedia tampil di Piala Dunia tersebut.

Indonesia sendiri gagal melaju dari babak grup turnamen itu setelah selalu kalah dari tiga pertandingan, di antaranya ditaklukkan Argentina yang diperkuat Diego Maradona dengan skor 5-0.

Beberapa nama ternama yang menjadi pemain timnas U-19 kala itu yakni Bambang Nurdiansyah, Subangkit dan Mundari Karya.

Baca juga: Indra Sjafri akui sulit bendung media sosial
Baca juga: Indra Sjafri : Semua pemain harus dapat cetak poin
Baca juga: Indra Sjafri: Timnas U-19 sekarang lebih berpengalaman dibandingkan 2013
Baca juga: Taiwan tak ingin hanya numpang lewat
Baca juga: Hadapi Taiwan, Indonesia perkuat pertahanan dan antisipasi bola mati

Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar