Formula 1

Fakta unik dari F1 GP Amerika Serikat

Fakta unik dari F1 GP Amerika Serikat

Circuit of The Americas, Austin, Texas. (formula1.com)

Jakarta (ANTARA News) - Mata penggemar Formula 1 dari seluruh dunia akan tertuju pada Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel, karena penampilan kedua pembalap pada akhir pekan ini Circuit of The Americas di Austin, Texas, berpotensi menentukan siapa juara dunia F1 2018.

Hamilton hanya perlu mengungguli Sebastian Vettel dengan delapan poin di Texas untuk dinobatkan sebagai juara untuk kelima kalinya sepanjang karirnya. 

Apakah sirkuit ini akan menjadi penutup duel antara keduanya? Ataukah Vettel memiliki cukup kepercayaan diri untuk terus memburu gelar juara atau seperti yang dikutip dari bos tim Ferrari Maurizio Arrivabene, 'menantang yang mustahil'.

Sebelum GP Amerika digelar, simak sejumlah fakta unik dari Circuit of The Americas:
  • Jika Lewis Hamilton menang di Grand Prix Amerika Serikat, raihan itu akan membawanya menjadi pembalap kedua dalam sejarah Formula 1 yang memenangkan balapan di sirkuit yang sama lima kali berturut-turut. Ayrton Senna mencetak rekor tersebut dengan memenangkan Grand Prix Monako dari 1989 hingga 1993.
  • Amerika Serikat telah menggelar Grand Prix F1 di 10 sirkuit yang berbeda, Circuit of The Americas di Texas adalah yang ke-10. Angka tersebut masih menjadi rekor yang belum terpecahkan.
  • Keenam Grand Prix Amerika Serikat di Circuit of The Americas selalu dimenangkan oleh pembalap dari grid depan.
  • Jika Hamilton meraih gelar juara dunia di Austin, dia hanya akan menjadi pembalap ketiga yang memegang lima gelar juara dunia dalam sejarah F1, setelah Juan Manuel Fangio dan Michael Schumacher. Dia juga akan menjadi pembalap kedua setelah Schumacher menjadi juara berturut-turut pada dua kesempatan terpisah.
  • Circuit of The Americas punya selisih elevasi maksimum 131 kaki dari titik tertinggi ke titik terendah.
  • Hanya sekali sejak 2012, kedua pembalap Red Bull finis di lima posisi teratas di Austin - yaitu pada 2013 ketika Sebastian Vettel keluar sebagai juara dan Mark Webber finis di urutan ketiga.
  • Jumat (19/10) jelang Grand Prix Amerika Serikat akan menandai 60 tahun Mike Hawthorn menjadi juara dunia F1 pertama dari Inggris pada 1958.
  • Jika Mercedes memimpin setidaknya 43 lap di GP Amerika Serikat tahun ini, mereka hanya akan menjadi tim kelima dalam sejarah Formula 1 yang memimpin 5.000 putaran balap, di belakang Ferrari, McLaren, Williams, dan Lotus.
  • Pembalap Red Bull Racing Daniel Ricciardo punya target untuk mengalahkan Max Verstappen di kualifikasi Austin. Ricciardo selalu kalah dalam kualifikasi oleh rekan setimnya dari Belanda pada 11 percobaan sebelumnya, catatan terburuknya di sepanjang karier F1-nya.
  • Kimi Raikkonen saat ini berada pada 37 balapan beruntun tanpa sekalipun berhasil mendahului pembalap lain di lap pembuka balapan. Angka ini berarti dia belum membuat kemajuan sejak lap pertama Grand Prix Abu Dhabi 2016. 

Baca juga: Hamilton tak berencana samai rekor Schumacher
Baca juga: Peluang Hamilton raih gelar juara dunia di Austin

 

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar