Pratinjau F1 GP Amerika Serikat

Pratinjau F1 GP Amerika Serikat

Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel. (formula1.com)

Jakarta (ANTARA News) - Ketika Texas bersiap untuk menyambut euforia Formula 1 di Circuit of The Americas, Lewis Hamilton dan Sebastian Vettel bersiap untuk menghadapi balapan yang bisa saja menjadi akhir dari perburuan gelar juara dunia 2018.

Dari sirkuit klasik di Suzuka, Jepang, mata penggemar Formula 1 dari seluruh dunia kini tertuju ke sirkuit klasik modern Circuit of The Americas di Austin, Texas. Circuit of The Americas pertama kali menjadi tuan rumah F1 pada 2012, sirkuit itu dengan cepat menjadi favorit bagi pengemudi dan penggemar balapan jet darat ini. 

Yang lebih penting lagi adalah sirkuit ini menjadi tempat perburuan gelar yang sangat menyenangkan bagi Lewis Hamilton - salah satu faktor krusial jelang Grand Prix Amerika Serikat 2018.

Hamilton hanya perlu unggul delapan poin dari Sebastian Vettel di Texas untuk dinobatkan sebagai juara dunia kelima kalinya di sepanjang kariernya. 

Vettel dan Hamilton sama-sama pernah menjadi juara di Circuit of The Americas. Bedanya? Vettel hanya pernah sekali menang, sementara Hamilton mencatatkan lima kemenangan, termasuk kemenangan pada balapan perdana di sana, dan di setiap Grand Prix Amerika Serikat sejak 2014. Mengingat besarnya kans Hamilton, situasi ini terbilang cukup pelik bagi Vettel.

Dan sekarang adalah saat yang tepat untuk memasukkan 'peringatan tradisional' - tahun ini Tim Kuda Jingkrak sukses menumbangkan Mercedes di beberapa basis Silver Arrows, terutama Silverstone, Spa, dan Montreal. Tetapi Ferrari gagal menjegal Mercedes di Monza, Sochi dan Suzuka, jadi data yang tersedia hingga saat ini masih menunjukkan bahwa Mercedes dan Lewis Hamilton akan melanjutkan dominasi mereka di Texas akhir pekan ini.

Meski demikian, andai Hamilton menang dan Vettel finis di posisi kedua, perburuan gelar akan berlanjut ke Meksiko sepekan kemudian. Tetapi di sana Vettel akan kembali menghadapi rintangan dalam wujud rekan setim Hamilton, Valtteri Bottas. Pembalap Finlandia ini telah menunjukkan bahwa ia siap mengorbankan diri di sepanjang sisa musim ini untuk memastikan Hamilton dan Mercedes membawa pulang gelar juara pembalap dan konstruktor. 

Sementara itu, di kamp Ferrari, beberapa orang akan mengatakan Kimi Raikkonen mulai berani tampil agresif setelah pengumuman bahwa ia akan digantikan Charles Leclerc pada 2019.

Untuk balapan di Circuit of The Americas Pirelli menyediakan ban soft, supersoft and ultrasoft. Meski tekstur aspalnya yang tidak terlalu kasar, sirkuit ini memiliki seksi dengan 'g-force' tinggi, serta beberapa pengereman keras.

Texas memiliki kondisi cuaca yang cukup fluktuatif dengan kemungkinan hujan di sepanjang race selama tiga hari - meskipun kemungkinan besar akan terjadi pada Jumat dan Sabtu. Suhu udara diperkirakan tidak akan mencapai lebih dari 19 derajat Celcius di sepanjang akhir pekan.

Jadi apakah Hamilton akan menggelar selebrasi juara dunia kelimanya di Texas? ataukah Vettel akan membuat kejutan dengan mematahkan semua prediksi dan memaksa Hamilton menunda pestanya? Hanya waktu dan kedua pembalap inilah yang bisa menjawabnya. (KR-FDA)


Baca juga: Hamilton tak berencana samai rekor Schumacher

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Dadan Ramdani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar