counter

Bantuan untuk Palu terus bertambah

Bantuan untuk Palu terus bertambah

Personel Marinir TNI AL mengawal barang bantuan yang dikirim dengan kapal dengan latar belakang Kapal Sabuk Nusantara 39 yang terdampar ke daratan akibat gempa dan tsunami di Pelabuhan Wani, Donggala, Sulawesi Selatan, Selasa (9/10/2018). Aktivitas bongkar muat barang untuk menghidupkan ekonomi Palu dan Donggala melalui pelabuhan tersebut berangsur normal. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc.)

Pekanbaru (ANTARA News) - Kanwil Kemenag Riau terus melakukan penggalangan donasi gempa Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Kabupten Donggala hingga Jumat (19/10) terus bertambah lagi menjadi Rp349.996.700.

"Penambahan donasi kemanusiaan itu datang dari Bimas Katolik, Bimas Budha, dan Bimas Kristen yang diharapkan dapat meringankan beban korban gempa Sulteng," kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala KanwiL Kemenag Riau, H. Mahyudin MA di Pekanbaru, Jumat.

Menurut dia bantuan yang berasal dari masyarakat, pelajar dan guru dari MIS, MTS, dan MAN negeri dan swasta se Riau, diharapkan akan terus berlangsung.

Ia mengatakan, hingga saat ini Kemenag Riau masih menunggu hasil penggalangan berupa uang dan barang layak pakai untuk Palu, Sigi dan Donggala, dan bisa diserahkan langsung ke Kanwil Kemenag Riau dan kalau berupa uang bisa ditransfer ke no rekening BRI 0189-01-013087-50-8 atas nama rekening Nurhasanah.

"Bagi yg mengirimkan dananya via transfer, katanya menyebutkan, diharapkan untuk memberikan konfirmasi agar bantuan kemanusian itu bisa direkap guna disatukan pengumpulannya.Berapapun bantuan yang diberikan tentunya dapat meringankan penderitaan saudara kita di Palu, Sigi dan Donggal dan mari dokan mereka tetap sabar menerima cobaan dari Allah SWT," katanya.

Ia merinci sumber dana terkumpul berasal dari Mantan Kakanwil Kemenag Riau, Dr Ahmad Supardi sebesar Rp5 juta, dari MTs Taufiq Wal Hidayah Pekanbaru Rp1.780.000, MTs Nurul Yakin Pekanbaru Rp920 ribu, MTs Al Huda Pekanbaru Rp2.155.000, Zulfadli (staf Kanwil Kemenag Riau) Rp1 juta, MAN 1 Kepulauan Meranti Rp3.515.000 dan para pelajar MTs YAWI Pekanbaru Rp565.000.

Bantuan yang terus bergulir itu juga berasal dari MTs Ummi Fatimah Pekanbaru Rp824.000, dari MTs Annajah Pekanbaru Rp672.600, dari MTs N 3 Pekanbaru Rp6.681.300, Kemenag dan Madrasah Kampar Rp57.336.000, MTs Bustanul Ulum Pekanbaru Rp1.559.000, RA Anak Bangsa Pekanbaru Rp212.000, Kemenag Pekanbaru Rp26.352.600, Bidang Pakis Kanwil Kemenag Riau Rp1.020.000, Bidang Penaiszawa Rp1.250.000.

Berikutnya dari MTs N 1 Pekanbaru Rp12 juta, MTs Al Muttaqin Pekanbaru Rp1,5 juta, MIN 3 Pekanbaru Rp11,1 juta dan dari Darma Wanita Kemenag Riau sebesar Rp1 juta, MDTA Tsamaratul Iman Pekanbaru Rp600 ribu, Kemenag Rohil Rp29 juta, MTsN 2 Pekanbaru Rp5 juta, Kemenag Inhil Rp87.943.200 dan dari Kemenag Kuansing sebesar Rp21.500.000.

Sebelumnya bantuan kemanusian itu berjumlah Rp343,09 juta dna mendapat tambahan lagi dari Bimas Katolik sebanyak Rp500 ribu, Bimas Budha Rp500 ribu, dan dari Bimas Kristen sebesar Rp250 ribu.*

Baca juga: Ikan keumamah Aceh segera tiba di Palu

Baca juga: Papua siapkan Rp4,2 miliar bantu Palu


 

Melihat suasana tenda pengungsian di Donggala

Pewarta: Frislidia
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar