Petugas tangani benda mirip bom di Blitar

Petugas tangani benda mirip bom di Blitar

Evakuasi Benda Mencurigakan Personil Tim Jihandak Polda Maluku mengevakuasi benda mencurigakan yang ditemukan di Kampus B, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, Maluku, Jumat (13/1/2017). (ANTARA/izaac mulyawan)

Blitar (ANTARA News) - Tim Penjinak Bahan Peledak Brigade Mobil Polda Jawa Timur menangani sebuah benda yang mirip dengan bom di garasi rumah salah seorang kontraktor di Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, sebagai upaya memastikan keamanan benda tersebut.

Kapolres Blitar AKBP Anisullah M. Ridha mengemukakan tim itu sengaja dihubungi sebab tim itu yang berwenang menangani bahan peledak. Polisi juga membantu dengan menjauhkan kerumunan warga yang memadati lokasi benda yang mirip dengan bom tersebut.

"Petugas menjauhkan warga dari lokasi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Tim juga membawa benda yang mencurigakan itu ke Mapolres Blitar untuk diurai," katanya di Blitar, Jumat malam.

Dari hasil pemeriksaan petugas, benda yang mencurigakan tersebut tidak memiliki daya ledak eksplosif. Petugas juga sudah menyisir lokasi rumah korban dan tidak mendapati benda mencurigakan lainnya yang berbahaya.

Baca juga: Polisi tangkap orang iseng perakit benda mirip bom

Namun, Kapolres menegaskan akan melakukan penyelidikan terkait dengan kejadian itu, sebab sudah membuat resah warga terlebih lagi pemilik rumah. Polisi kini juga meminta keterangan dari para saksi, agar kasus itu bisa diungkap.

Sebelumnya, Henri Mulad Wijayati, warga Desa Kuningan, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, melapor di rumahnya ada benda mencurigakan mirip dengan bom. Benda itu dibungkus dengan plastik berwarna hitam. Di dalamnya ada benda mirip jam, kabel, serta batu-batu. Benda itu diletakkan begitu saja di garasi rumah Henri yang bekerja sebagai kontraktor.

Henri mengaku kabar itu awalnya disampaikan oleh anaknya, setelah anaknya mendapatkan informasi dari pegawai di dalam rumah itu. Ia juga kaget dengan kejadian itu, sehingga meminta agar aparat membantu untuk menanganinya.

Ia mengaku, selama ini tidak pernah merasa mempunyai masalah dengan seseorang, sehingga ia tidak mengetahui motif orang yang mengirimkan benda mencurigakan tersebut. Namun, dirinya mengaku sedang ada pengajuan proyek di beberapa tempat, dan masih ada yang belum selesai.

Walaupun benda mencurigakan itu dipastikan tidak berbahaya, Henri mengaku tetap tidak bisa tenang. Ia berharap, polisi segera bertindak dan berhasil menangkap pihak yang sengaja menaruh benda mencurigakan mirip dengan bom tersebut.

Sementara itu, arus lalu lintas di jalur yang menghubungkan Kabupaten Blitar dengan Kota Blitar itu relatif lebih lancar dari sebelumnya. Warga dan pengendara jalan awalnya banyak yang penasaran dengan kejadian itu, sehingga berhenti dan berakibat memadati jalan. Namun, setelah benda itu dibawa petugas, lalu lintas kembali lancar. 

Baca juga: "Bom" yang dibawa pengancam BRI Samarinda mirip bom asli

Pewarta:
Editor: Budi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar