Sulteng terima huntara bantuan Jateng

Sulteng terima huntara bantuan Jateng

Sejumlah anak terdampak likuifaksi bermain di sekitar tenda Kamp Pengungsi Terpadu di Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, Jumat (19/10/2018). Ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal akibat ditampung sementara di Kamp Terpadu tersebut menunggu selesainya Hunian Sementara (Huntara) yang saat ini sedang dibangun pemerintah. (ANTARA FOTO/Basri Marzuki/hp.)

Dengan anggaran terbatas yakni Rp400 juta, kami sudah selesai membangun huntara sebanyak 104 unit yang diharapkan bisa segera dimanfaatkan oleh warga yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.
Palu (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Tengah, Longki Djanggola menerima hunian sementara (huntara) yang telah selesai dibangun atas bantuan pemerintah dan masyarakat Provinsi Jawa Tengah di Ngata Baru, Petobo, Sabtu.

dr Budi selaku koordinator pembangunan huntara itu menyampaikan bahwa Pemprov Jawa Tengah turut merasakan begitu beratnya penderitaan yang dirasakan saudara-saudara di Kota Palu, Sigi, Donggala dan Parigi Moutong akibat bencana alam 28 Septemebr 2018.

"Dengan anggaran terbatas yakni Rp400 juta, kami sudah selesai membangun huntara sebanyak 104 unit yang diharapkan bisa segera dimanfaatkan oleh warga yang masih tinggal di tenda-tenda pengungsian," ujarnya.

Menurut Budi Jamban, panggilan akrab dr Budi, jumlah unit yang tersedia itu masih terlalu sedikit bila dibanding dengan masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, namun diharapkan ini bisa menjadi motivasi bagi pembangunan huntara yang lebih banyak dan lebih layak ke depan.

Ketua BPBD Jateng Darsono menyampaikan rasa syukur atas peresmian huntara dan berharap bisa dimanfaatkan para korban untuk menunggu adanya hunian tetap untuk membangun kehidupan yang lebih layak pascabencana ini di kemudian hari.

Gubernur Longki Djanggola menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah dan masyarakat Jawa Tengah yang telah memberikan bantuan pembangunan huntara 104 unit yang pembangunannya dikoordinasikan BPBD Jawa Tengah.

Gubernur berharap agar Pemerintah Kabupaten Sigi dan Kota Palu yang berhak menentukan siapa yang akan menghuni huntara itu diharapkan memilih mereka yang betul-betul merupakan korban bencana dan tidak memiliki tempat tinggal lagi.

Menurut Gubernur, yang menempati huntara ini merupakan seleksi untuk mendapatkan hunian tetap, jadi masyarakat juga bisa saling menilai layak tidaknya seseorang untuk menempati huntara tersebut.

Gubernur mengatakan bahwa paling lama dua tahun ke depan, para penghuni huntara sudah akan mendapatkan hunian tetap yang akan disiapkan pemerintah.

Gubernur juga menyampaikan penghargaan dan trima kasih kepada TNI, POLRI, jajaran BNPB, BPBD dan relawan yang terus bersama-sama pemerintah dan masyarakat Sulawesi Tengah memulihkan kondisi masyarakat pascagempa bumi, tsunami dan likuifaksi ini.

Puluhan ribu unit hunian sementara sedang dibangun oleh berbagai pihak di Kota Palu, Sigi dan Donggala.*

Baca juga: OJK bantu bangun 1.000 huntara korban gempa

Baca juga: Pemerintah bangun huntara di Parimo



 


 

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar