Artikel

Medali hingga peningkatan rating dalam empat tahun Jokowi-JK

Medali hingga peningkatan rating dalam empat tahun Jokowi-JK

Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wakil Presiden Jusuf Kalla (kanan), Sekretaris Kabinet Pramono Anung (kedua kanan), Ketua Inasgoc Erick Thohir (ketiga kanan) dan CdM Indonesia untuk Asian Games 2018 Komjen Syafruddin (keempat kanan) memberikan sambutaan saat pemberian bonus kepada atlet peraih medali di Istana Negara, Jakarta, Minggu (2/9/2018). Pemerintah memberikan bonus kepada para atlet yang berhasil meraih medali dalam ajang Asian Games 2018. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A)

Jakarta (ANTARA News) - Tepat pada 20 Oktober empat tahun silam, Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dilantik oleh MPR RI memangku jabatannya.

Sejak 2014, keduanya berkinerja untuk pembangunan bangsa dan negara, baik memperkuat daya saing dan kesejahteraan Indonesia, hingga nama Indonesia dalam politik dan kompetisi regional maupun global.

Sebanyak sembilan agenda prioritas pembangunan pasangan Jokowi-JK tertuang dalam Nawa Cita yang pada dasarnya terdiri dari perlindungan dan pemberian rasa aman kepada segenap warga negara, pembangunan tata kelola pemerintahan yang lebih baik, pembangunan Indonesia dari pinggiran, reformasi sistem dan penegakan hukum, peningkatan kualitas hidup melalui pendidikan dan peningkatan kesejahteraan.

Selain itu, peningkatan produktivitas dan daya saing rakyat, pencapaian kemandirian ekonomi melalui sektor strategis ekonomi domestik, serta revolusi karakter bangsa dan memperteguh kebhineka tunggal ikaan juga tercakup dalam Nawa Cita.

Dalam paparan Empat Tahun Kerja Kita Prestasi Bangsa di laman www.presidenri.go.id pada Sabtu, dijelaskan pada tahun pertama pemerintahan Jokowi-JK menekankan kepada peletakan fondasi pembangunan, sementara percepatan di tahun kedua dan pemerataan di tahun ketiga.

Khusus pada tahun keempat, pemerintah berfokus kepada sektor pembangunan manusia.

Terdapat lima aspek pembangunan manusia yang dijalankan oleh pemerintahan Jokowi-JK, yakni pembangunan ekonomi dan peningkatan daya saing, peningkatan kesejahteraan serta kebijakan afirmatif, penguatan Indonesiasentris, peningkatan stabilitas politik, hukum dan keamanan, serta penegakan hukum dan tata kelola pemerintahan, dan pemajuan kebudayaan dan prestasi bangsa.

Pada aspek pemajuan kebudayaan dan prestasi bangsa, ada empat hal yang difokuskan yakni budaya maritim, pengembangan iptek, pencapaian prestasi olahraga, serta pengembangan kewirausahaan.
 
.


Dengan garis pantai sepanjang 108.000 kilometer, Indonesia sudah seharusnya memajukan budaya maritim.

Pemerintah juga berupaya menanamkan nilai-nilai kemaritiman melalui pendidikan formal dan promosi budaya makan hidangan laut, khususnya ikan.

Hingga saat ini, terdapat 12 kabupaten/kota yang mengimplementasikan kurikulum maritim yakni Kota Sabang Provinsi Aceh, Kota Bengkulu, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten, DKI Jakarta, Kota Cirebon Provinsi Jawa Barat, Kota Ambon Provinsi Maluku, Kota Surabaya Provinsi Jawa Timur, Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Lombok Barat, Kabupaten Sikka dan Kabupaten Raja Ampat.

Selain itu, untuk mengenalkan kemaritiman Indonesia, sejumlah perhelatan pariwisata pesisir unggulan yang menyajikan keindahan alam laut Indonesia juga menjadi daya tarik pariwisata tersendiri bagi pelancong.

Destinasi wisata unggulan selain Bali seperti Mandalika, Tanjung Kelayang, Tanjung Lesung, Wakatobi dan Mandeh bakal menambah pengalaman menyenangkan para wisatawan dan pecinta dunia bahari.

Tak ketinggalan, penghargaan dunia terhadap budaya maritim Indonesia pun bertambah dimana Seni Pembuatan Perahu Phinisi di Sulawesi Selatan diresmikan sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO pada Desember 2017.

Selain itu, Indonesia juga terus mengukir prestasi di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurut catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sejak 2015 hingga 2018 berturut-turut Indonesia berhasil meraih puluhan medali emas, perak dan perunggu dalam Lomba Internasional Tingkat Sekolah Dasar tiap tahunnya yakni 46 medali pada 2015, 32 medali pada 2016, 27 medali pada 2017 dan 50 medali pada 2018.

Sementara itu Kemendikbud pun mendata siswa-siswi Indonesia terus memperoleh medali dalam Lomba Internasional Tingkat SMP. Sebanyak 46 medali berhasil dikumpulkan pada 2015, 28 medali pada 2016 dan 36 medali pada 2017.

Pemerintah pun terus memeratakan akses dan peningkatan kualitas pendidikan sebagai fokus utama pembangunan bidang itu.

Hal tersebut dilakukan untuk mendukung siswa-siswi dan ilmuwan muda dalam menghadapi persaingan global di masa depan.

Dalam beberapa kesempatan, Presiden juga menaruh perhatian kepada pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Apalagi, seusai membangun sejumlah infrastruktur prioritas, pemerintah memang mengejar target pembangunan SDM melalui pendidikan vokasi atau kejuruan, maupun program magang di perusahaan-perusahaan multinasional.

Pada 2045, Indonesia juga akan mendapat bonus demografi yang sebagian besar merupakan kalangan usia produktif. Presiden pun menyoroti bahwa Indonesia harus dapat membangun kualitas usia produktif pada masa tersebut.

Selain prestasi pendidikan, pada 2018 Indonesia juga menyelenggarakan perhelatan internasional di bidang olahraga yakni Asian Games dan Asian Para Games dan tentunya menghasilkan nama baik.

Pada perhelatan Asian Games Ke-18 yang diselenggarakan di Jakarta dan Palembang, putra putri Indonesia berhasil mendongkrak Tanah Air ke posisi empat dengan total perolehan sebanyak 98 keping medali.

Jumlah peraihan medali para atlet-atlet itu jelas melampaui target yang diberikan oleh Presiden Jokowi di peringkat sepuluh besar.
 
.


"Kalau kita bersatu, pasti kita bisa. Saya berikan contoh Asian Games. Biasanya kita ranking 22, 17, kita tak pernah bicara agama, suku atletnya apa. Tapi kita bicara satu, Indonesia Raya. Nyatanya kita bisa ranking 4," kata Jokowi saat orasi ilmiah di Universitas Kristen Indonesia pada Senin (15/10).

Tidak kalah oleh para atlet Asian Games, para atlet difabel dalam Asian Para Games 2018 di Jakarta pun berhasil mengharumkan nama bangsa di tingkat Asia.

Bagaimana tidak, hingga pada hari terakhir pelaksanaan kompetisi itu pada Sabtu (13/10), Indonesia berhasil "menyalip" posisi Uzbekistan menjadi peringkat ke-5 dengan 135 medali, dimana 37 diantaranya emas.

Jokowi menyatakan dirinya amat bangga atas jasa para atlet yang berjuang mengangkat nama bangsa.

"Target yang saya berikan jelas di awal, 16 harus. Kemudian masuk ke 8 besar, harus. Tapi ternyata meleset semuanya, melesetnya ke atas," kata Jokowi dalam sambutannya saat silaturahim bersama para atlet Asian Para Games di Istana Kepresidenan Bogor pada Sabtu (13/10).

Para atlet Asian Games dan Asian Para Games yang meraih medali pun diganjar bonus dari pemerintah. Setiap peraih medali emas nomor perorangan mendapat hadiah sebesar Rp1,5 miliar, sementara peraih perak mendapat Rp500 juta, dan peraih perunggu sebesar Rp 250 juta.

Jumlah itu berbeda untuk atlet yang main secara berganda dan beregu.

"Itu sesuai prestasi bapak dan ibu. Negara tidak rugi memberikan itu kepada bapak dan ibu yang telah mengangkat harkat dan martabat negara kita ke kancah Asia," kata Kepala Negara.

Perhelatan Asian Para Games 2018 juga berhasil menghadirkan peserta terbanyak dari 43 negara dan 2.762 peserta.

Tidak hanya bidang olahraga, pemerintah pun membangun budaya kewirausahaan Indonesia di seluruh wilayah.

Selain terus menggenjot pencetakan lapangan pekerjaan baru, pemerintah juga berupaya meningkatkan produktivitas masyarakat.

Upaya-upaya yang dilakukan antara lain dengan terus memberikan bunga rendah Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi pelaku UMKM.

Angkanya pun dari tahun ke tahun mengecil yakni 9 persen pada 2016, dan 7 persen pada 2018.

Selain itu, Jokowi juga sering menekankan kepada sejumlah perguruan tinggi untuk dapat membimbing usaha rintisan atau startup yang dilakukan oleh mahasiswa/mahasiswi.

Tidak hanya itu, pemerintah juga meminta perbankan untuk membantu UKM membangun "startup".

"Disitu ada peluang yang sangat besar dalam menyalurkan kepada usaha-usaha kecil, usaha-usaha menengah yang semakin bergeser ke platform-platform digital. Dan menurut saya perbankan kita harus lebih proaktif membantu UKM kita untuk pindah ke platform digital. Arahkan mereka untuk pindah ke platform digital," demikian Presiden pada Kamis (15/3).

Dengan dukungan-dukungan tersebut, Kementerian Koperasi dan UMKM mencatat peningkatan rasio wirausaha dari 1,55 persen pada 2014 menjadi 3,1 persen pada 2017.

Tentu saja akses permodalan bagi UMKM dari perbankan mendukung peningkatan tersebut.

Menurut data Kemenkop dan UMKM, proporsi kredit UMKM terhadap total kredit pun meningkat sejak awal pemerintahan. Tercatat pada 2014 sebesar Rp671,72 triliun dan meningkat jadi Rp739,8 triliun pada 2015. Kemudian pada 2016 terdongkrak lagi menjadi Rp781,91 triliun.

Presiden dalam kunjungannya ke daerah-daerah pun kerap menyemangati UMKM-UMKM yang ada. Tidak hanya warung kopi atau penjual kain songket di Sawahlunto, mantan Walikota Solo itu pun memesan modifikasi motor Royal Enfield Bullet 350 cc menjadi bergaya chopperland dari bengkel custom Elders Garage.
 
.


Tidak lain, tentu saja, tujuan dari pembelian motor berkelir kuning emas itu adalah untuk menunjukkan bahwa produk karya anak bangsa memiliki kualitas yang tidak kalah dari produk luar negeri.

Dia menjelaskan tujuannya membeli produk anak bangsa adalah untuk meningkatkan "brand value".

"Bukan kali ini saja saya dorong produk lokal seperti Sejiwa Kopi di Bandung, Toko Kopi Tuku di Jakarta dan Aming Coffee di Pontianak," kata Presiden pada Sabtu (20/1).

Dalam 4 tahun perjalanan kinerja pemerintah, sejumlah lembaga pemeringkat internasional pun menilai Indonesia semakin layak sebagai tempat berinvestasi.

Beberapa lembaga pemeringkat, antara lain Moody's Investor Service, meningkatkan posisi Indonesia dalam Sovereign Credit Rating dari Baa3 atau outlook positif menjadi Baa2 atau outlook stabil pada April lalu.

Sementara lembaga Fitch Ratings menerbitkan peringkat Indonesia pada tingkat layak investasi atau "investment grade" pada awal September lalu dengan prospek stabil.

"Penyebab lain adalah prospek pertumbuhan ekonomiyang cukup baik ditengah tantangan ekonomi eksternal. Peringkat Indonesia ini menyeimbangkan kondisi beban utang pemerintah yang rendah dan prospek pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) yang menguntungkan dalam keadaan datangnya tantangan eksternal," demikian laporan Fitch Ratings pada Senin (3/9).

Iklim usaha yang baik, infrastruktur yang terbangun, serta konektivitas yang lancar diharapkan dapat membawa kesejahteraan bagi Indonesia yang kaya akan seni dan budaya yang dibangun oleh manusia yang beradab dan berkualitas.

Pewarta: Bayu Prasetyo
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar