Jenderal AS katakan ia mungkin bukan sasaran serangan Kandahar

Jenderal AS katakan ia mungkin bukan sasaran serangan Kandahar

Petugas pemilu menuliskan angka di kotak suara di salah satu pusat penghitungan suara di Kabul, Afghanistan, Minggu (6/4). Jumlah pemilih dalam pemilu presiden Afghanistan yang melebihi perkiraan dan gagalnya kelompok Taliban dalam upaya mengacaukan pemilu presiden telah membangkitkan pertanyaan mengenai kapasitas pemberontak itu untuk kembali menyeret negara tersebut ke jurang kerusuhan sementara pasukan asing kembali ke negara mereka. (REUTERS/Mohammad Ismail )

Kabul (ANTARA News) - Jenderal Amerika Serikat di Afghanistan mengatakan, Jumat, ia tak yakin jadi sasaran serangan yang membunuh kepala kepolisian, dan pejabat-pejabat Afghanistan mengatakan pria bersenjata tersebut mungkin sengaja tidak menembaknya.

Pada Kamis, pria bersenjata itu membunuh kepala kepolisian Kandahar serta seorang perwira tinggi badan intelijen Afghanistan. Panglima pasukan pimpinan NATO di Afghanistan, Jenderal Scott Miller, yang berdiri di dekat mereka ketika serangan terjadi, tak mengalami luka-luka.

"Penilaian saya ialah saya bukan yang jadi sasaran. Jaraknya sangat dekat. Tetapi menurut penilaian saya, saya bukan sasaran," kata Miller kepada Tolo News TV dari Afghanistan dalam wawancara.

Jenderal Abdul Razeq, yang merupakan panglima kepolisian di provinsi di bagian selatan itu dan salah seorang perwira keamanan yang sangat kuat pengaruhnya, menderita cedera serius hingga tewas akibat serangan seorang pengawal gubernur provinsi ketika ia keluar dari pertemuan dengan para pejabat pada Kamis, demikian reuters melaporkan.

Selain itu, kepala dinas intelijen setempat, NDS, tewas dan gubernur provinsi mengalami luka parah, sementara penyerang sendiri tewas, demikian Reuters melaporkan.

Jenderal itu juga berada di pertemuan tersebut dan sedang menuju ke helikopternya untuk kembali ke Kabul ketika pria bersenjata itu melepaskan tembakan.

Taliban mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Dalam pernyataan, kelompok itu menyebut Razeq dan Miller sebagai pejabat yang mereka bidik.

Baca juga: Afghanistan nyatakan Taliban harus dikalahkan, setelah Trump tolak perundingan

Dua warga Amerika dan seorang anggota kontrak koalisi cedera. Para pejabat keamanan Afghanistan, yang yakin Pakistan terlibat dalam rencana serangan itu, mengatakan mereka meyakini bahwa penyerang tersebut sengaja menghindarkan diri membunuh Miller.

"Mereka tak menginginkan reaksi AS dan masyarakat internasional. Ini murni peringatan bagi Miller bahwa mereka dapat menyerangnya jika mereka mau," kata salah seorang pejabat Afghanistan yang minta namanya tak disebutkan.

Razeq sendiri merupakan pengkritik keras Pakistan dan dinas intelijennya, yang para pejabat Afghanistan sering tuding mendukung operasi Taliban. Islamabad membantah tudingan tersebut.

Pada Jumat, kepala staf angkatan darat Pakistan mengeluarkan pernyataan mengutuk kekerasan Kandahar dan menyatakan mendukung prakarsa-prakarsa menuju perdamaian di kawasan.

Seorang pejabat keamanan asing mengatakan Razeq tak mengunjungi rumah gubernur itu dalam beberapa bulan karena dia takut disusupi dan hanya pergi karena Miller dan delegasinya berada di sana.

Identitas pembunuh, yang disebut para pejabat Afghanistan sebagai Gulbuddin, segera terungkap. Kepolisian telah menangkap tiga kali, tetapi rincian latar belakangnya atau mengapa ia melancarkan serangan masih belum jelas.

Seorang perwira senior asing yang diberi pemaparan soal kasus itu mengatakan si penyerang telah direkrut tahun ini sebagai bagian dari tim keamanan gubernur. Tak seorang pun mengakui jasadnya, tetapi teman-temannya di tim keamanan mengatakan anggota keluarganya tinggal di pinggiran Kandahar.

Editor: Tia Mutiasari
 

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar