counter

PJT II: kualitas air Waduk Jatiluhur menurun

PJT II: kualitas air Waduk Jatiluhur menurun

Keramba Waduk Jatiluhur Ditertibkan Foto aerial karamba jaring apung (KJA) di Waduk Jatiluhur, Purwakarta, Jawa Barat, Minggu (16/4/2017). Pemkab Purwakarta mulai menertibkan secara bertahap 15.000 KJA yang bukan milik warga Purwakarta untuk mengembalikan kualitas air waduk yang memburuk karena imbas pemberian pakan para peternak karamba yang tidak ramah lingkungan. (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Purwakarta (ANTARA News) - Direktur Utama Perum Jasa Tirta II Jatiluhur Djoko Saputra menyatakan, limbah pakan ikan dari kolam jaring apung menjadi penyebab utama menurunnya kualitas air Waduk Jatiluhur.

"Selain kualitas air yang menurun, banyaknya limbah pakan ikan juga mengakibatkan pendangkalan waduk," katanya saat dihubungi di Purwakarta, kemarin.

Menurut dia, pihaknya akan terus menyelesaikan penertiban kolam jaring apung di sekitar Waduk Jatiluhur, karena itu sudah menjadi bagian dari program pemerintah pusat.

Ia mengatakan, kualitas air Waduk Jatiluhur harus terjaga. Sebab berbagai saluran irigasi di Jawa Barat, airnya bersumber dari Jatiluhur.?Selain itu, kebutuhan air minum untuk Jakarta dan sekitarnya juga berasal dari Waduk Jatiluhur.

Di tengah proses penertiban kolam jaring apung, Perum Jasa Tirta II Jatiluhur juga kini sedang menyiapkan program pengganti untuk petani kolam jaring apung.

"Petani kolam jaring apung kita perhatikan nasibnya. Untuk itu, komunikasi kita jalin bersama Pemkab Purwakarta. Aspek itu juga harus kita buat matang agar segera terealisasi," katanya.

Karena itu, ia juga mengimbau agar para petani kolam jaring apung tidak perlu resah atas penertiban kolam jaring apung tersebut.

Baca juga: Bupati Purwakarta tak perpanjang izin usaha KJA di Waduk Jatiluhur

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: M Razi Rahman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Waduk Jatilihur dikembangkan menjadi sejumlah destinasi wisata

Komentar