Kemnaker susun glosarium bidang penempatan tenaga kerja

Kemnaker susun glosarium bidang penempatan tenaga kerja

Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri (kanan) melihat calon TKI (Tenaga Kerja Indonesia) wanita sektor nonformal mempraktikkan cara menyajikan hidangan saat meninjau Balai Latihan Kerja Luar Negeri (BLKLN) Putra Jaya Mandiri di Semarang, Jawa Tengah, Jumat (20/4/2018). Hanif Dhakiri berpesan kepada para calon TKI agar meningkatkan keterampilan kerja dan menguasai wawasan hak serta hukum ketenagakerjaan migran sebagai salah satu bentuk perlindungan diri ketika bekerja di luar negeri. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Ketenagakerjaan untuk pertama kalinya menggelar finalisasi penyusunan glosarium atau kumpulan istilah-istilah bidang penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja.

Selama ini banyak istilah data dan informasi, program dan istilah lain di bidang penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja yang kurang/tidak dipahami masyarakat, pihak-pihak berkepentingan dari instansi lain maupun stakeholder, kata Sekertaris Direktorat Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Edi Purnama, dalam keterangan tertulisnya di Yogyakarta, Selasa.

"Dengan finalisasi glosarium ini kami berharap masyarakat mendapatkan pemahaman yang baik terhadap data, informasi, program dan istilah dalam bidang penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja untuk mempercepat dan memperlancar pelaksanaan program dan kegiatan ketenagakerjaan," kata Edi.

Dengan disusunnya glosarium ini, informasi mengenai istilah-istilah ketenagakerjaan diharapkan dapat disebarkan sampai ke daerah. Hal ini agar daerah juga mengetahui istilah-istilah di bidang penempatan tenaga kerja dan perluasan kesempatan kerja, khususnya jika daerah menerima tamu asing, ataupun berinteraksi dalam sebuah forum internasional.

"Kami berharap, hasilnya berupa buku "Glosarium Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja" dapat berguna bagi masyarakat dalam memahami istilah (asing) ketenagakerjaan.

Melalui Glosorium, ujar Edi, nantinya masyarakat dapat pula memahami istilah teknis dan mekanisme bidang Ketenagakerjaan sehingga apabila terdapat mutasi maupun promosi sudah tidak memerlukan waktu lama untuk menyesuaikan diri dan dapat langsung memberikan kontribusinya.

"Glosarium Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja juga diperlukan, khususnya bagi mereka yang mengikuti sidang dan negosiasi kerja sama internasional baik di forum bilateral, regional, maupun multilateral," jelasnya.

Unit-unit teknis terkait yang banyak memiliki kegiatan kerja sama luar negeri, baik dengan organisasi internasional seperti WTO, ILO, G20, APEC dan ASEAN maupun bilateral seperti dengan Jepang (IJEPA), Australia (IA-CEPA), Uni Eropa (IEU-CEPA), dan lain-lain diharapkan dapat memanfaatkan glosarium ini dengan sebaik-baiknya.

Baca juga: Kemnaker harap lulusan polteknaker langsung diterima bekerja
Baca juga: Kemnaker terapkan sistem daring untuk berantas calo TKI

Pewarta: Aubrey Kandelila Fanani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Kadin Cilegon: investor wajib serap tenaga kerja lokal

Komentar