Inggris denda Facebook 644.000 dolar atas skandal Cambridge Analytica

Inggris denda Facebook 644.000 dolar atas skandal Cambridge Analytica

Amerika Serikat dan Inggris geger oleh skandal media sosial yang pertama kali disiarkan oleh The Telegraph dan New York Times mengenai dugaan pemanfaatan profil puluhan juta pengguna Facebook oleh sebuah perusahaan yang disewa oleh tim kampanye Donald Trump sewaktu Pemilihan Presiden 2016. Nama perusahaan itu adalah Cambridge Analytica. (Reuters)

Jakarta (ANTARA News) - Komisi Informasi Inggris menampar Facebook dengan denda 644.000 dolar AS (sekira Rp9,8 miliar), yang merupakan denda maksimal, atas skandal Cambrigde Analytica, Time, Jumat.

Investigasi menemukan antara tahun 2007 hingga 2014, Facebook telah memproses informasi pribadi para penggunanya secara tidak adil dengan memberikan akses pada pengembang aplikasi tanpa pemberitahuan.

Baca juga: Inggris turut selidiki manipulasi data Facebook

Denda itu adalah nilai maksimal yang diizinkan oleh hukum saat penyalahgunaan terjadi. Seandainya skandal terjadi setelah ada undang-undang perlindungan data Uni Eropa yang baru, maka jumlah denda bisa jauh lebih tinggi.

Perusahaan media sosial itu telah mendapat tekanan secara global menyusul dugaan bahwa perusahaan konsultan politik Cambridge Analytica menggunakan data dari puluhan juta akun Facebook untuk pemilih profil dan membantu kampanye pemilihan Presiden AS Donald Trump 2016.

Baca juga: Mengenal Cambridge Analytica yang katanya beroperasi juga di Indonesia

Baca juga: Inggris akan denda Facebook karena data bocor

Baca juga: Begini data Facebook diduga dipakai untuk meraih suara

Baca juga: Sepak terjang Cambridge Analytica, dari Presiden Kenya sampai Srilanka

Penerjemah: Ida Nurcahyani
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Uang virtual Libra Facebook tidak berlaku di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar