counter

BPBD Magetan sebut 3.500 jiwa krisis air

BPBD Magetan sebut 3.500 jiwa krisis air

Krisis Air Bersih Warga membawa ember berisi air bersih bantuan dari Polres Pasuruan di desa Benerwojo, Kejayan, Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (7/10). Bantuan air bersih sebanyak 8.000 liter tersebut merupakan bentuk kepedulian Polisi kepada masyarakat yang mengalami krisis air bersih di delapan kecamatan di Kabupaten Pasuruan. (ANTARA FOTO/Moch Asim)

ada sekitar 3.500 warga di Kabupaten Magetan mengalami krisis air bersih
Magetan (ANTARA News) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur menyebutkan di wilayah Magetan saat ini terdapat 3.500 jiwa mengalami krisis air bersih.

"Saat ini ada sekitar 3.500 warga di Kabupaten Magetan mengalami krisis air bersih. Mereka berada di dua wilayah kecamatan, yaitu Parang dan Karas," kata Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Magetan, Fery Yoga Saputra, Jumat.

Menurut dia, dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 jiwa berada di Dusun Sumbermeneng dan Pentuk Desa Kuwon, Kecamatan Karas.

"Ada sekitar 2.000 jiwa di dua dusun di Desa Kuwon yang terdampak krisis air, yaitu Dusun Sumbermeneng dan Pentuk," jelasnya.

Warga yang terdampak krisis air bersih di Desa Kuwon, kata dia, tersebar di delapan wilayah RT.

"Sedangkan di Kecamatan Parang, wilayah yang terdampak krisis air bersih tersebar di empat RT. Jumlahnya sekitar 1.500 jiwa," ucap dia.

Menurut dia, Pemkab Magetan melakukan pendistribusian air bersih secara merata berdasarkan kebutuhan warga terdampak.

"Kami BPBD bersama PMI, TNI dan Polri dan semua elemen yang ada di Kabupaten Magetan siap sewaktu-waktu melakukan droping air bersih ke sejumlah wilayah yang mengalami krisis air bersih," jelasnya.

Ia mengimbau masyarakat Magetan yang membutuhkan air bersih bisa menghubungi BPBD melalui telepon (0351) 89111 atau berkirim surat kepada BPBD.

Baca juga: Enam kecamatan di Trenggalek krisis air
 

Pewarta: Louis Rika Stevani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar