Warga Lombok Utara mulai bangun huntara

Warga Lombok Utara mulai bangun huntara

Pekerja menyelesaikan bangunan rumah Hunian Sementara (Huntara) ramah gempa untuk warga terdampak gempa bumi di Posko BUMN di Desa Kekait, Lombok Barat, NTB, Senin (10/9/2018). BUMN Hadir Untuk Negeri membangun sebanyak 1500 unit rumah Huntara bagi 3000 kepala keluarga korban gempa sebagai rumah transisi menjelang musim hujan. Huntara ini dibangun di wilayah terdampak gempa seperti di Desa Kekait, Guntur Macan di Lombok Barat, Sembalun di Lombok Timur, dan Pemenang di Lombok Utara. (ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi)

kami merasa nyaman dengan adanya bantuan ini, karena minimalnya bisa hidup lebih layak
Lombok, (ANTARA News) - Warga penerima bantuan "cash transfer progam" (CTP) dari Palang Merah Indonesia mulai membangun hunian sementara (huntara), seperti di Dusun Temposodo, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat.

Salah seorang warga Dusun Temposodo, Desa Santong, Kecamatan Kayangan, yang merupakan penerima manfaat progam itu, Fauzi (36), mengaku mulai memperbaiki atap rumahnya yang rusak akibat gempa bumi tersebut dengan mamanfaatkan bantuan dari PMI.

"Alhamdulillah kami merasa nyaman dengan adanya bantuan ini, karena minimalnya bisa hidup lebih layak dan tidak lagi tinggal di tenda pengungsian," katanya.

Ia mengaku program itu membantu memenuhi kebutuhan tempat tinggalnya, apalagi saat ini mendekati musim penghujan.

Jika bertahan di tenda pengungsian, ia dan keluarganya khawatir terserang wabah penyakit.

Oleh karena itu, setelah menukarkan kartu "beneficaries" dan barangnya dikirim ke kampungnya, tanpa mengulur waktu ia langsung mendirikan huntara.

Setelah huntara berdiri, dirinya akan kembali beraktivitas untuk mengembalikan lagi perekonomian keluarga karena sudah tiga bulan terakhir ini tidak bisa beraktivitas secara normal akibat rumahnya rata dengan tanah dan harus tinggal di tenda pengungsian.

Warga lainnya, Hajah Wadiah (37), mengaku terbantu dengan propram PMI itu.

Rencananya pembangunan huntara akan dilakukan pada Sabtu ini, sebab dirinya baru mendapatkan bahan bangunan setelah pada Kamis, (25/10) menukarkan "voucher-nya" di toko bangunan yang ditunjuk PMI sebagai vendor pengadaan bahan bangunan.

"Saya sudah mengambil barang yang saya pesan seperti beberapa lembar seng, tripleks, kayu paku, dan lain-lain," tambahnya.

Tim Assessment CTP PMI Provinsi NTB Hijir Ismail mengatakan CTP untuk mempercepat pemulihan aktivitas warga agar perekonomian korban bisa kembali berputar.

Berdasarkan taksiran yang dilakukan pihaknya, mayoritas rumah di Desa Santong hancur akibat gempa.

"Bantuan CTP tidak hanya sebatas membangun huntara, tetapi untuk memulihkan kondisi warga karena selama ini harus tinggal di tenda pengungsian," katanya. 

Baca juga: PMI galang donor darah untuk korban gempa
Baca juga: PMI pastikan persediaan darah untuk NTB tercukupi

 

Pewarta: Aditia Aulia Rohman
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Masa rehabilitasi & rekonstruksi gempa NTB bisa diperpanjang

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar