Kami dan pihak keluarga sudah mendapat informasi itu, saat ini keluarga sudah berada di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang untuk mendapat penjelasan langsung dari pihak penerbangan.
Sungailiat, Babel, (ANTARA News) - Keluarga Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung yang menumpang pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di Perairan Tanjung Karawang, Jawa Barat masih menunggu hasil pencarian dan informasi dari pihak Bandara Depati Amir Pangkal Pinang.

"Salah satu anggota keluarga ada di pesawat Lion Air itu, kakak saya Anggota DPRD Babel, HK Djunaidi, saat ini kita sedang menunggu kabar terbaru dari pihak berwenang terkait hilangnya pesawat Lion Air ini," kata Kemas Herman Susilo yang juga Anggota DPRD Kabupaten Bangka di Sungailiat, Senin.

Dia mengatakan, kakaknya berangkat bersama beberapa anggota Fraksi Demokrat DPRD Babel beserta staf untuk melakukan kunjungan kerja dan informasinya masuk dalam daftar penumpang Lion Air JT 610.

Menurut dia, sat ini pihak keluarga sebagian sudah berada di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang untuk menanyakan kepastian tentang hal tersebut.

"Kemarin Minggu (28/10), saya sempat ngobrol di telpon, komunikasinya biasa saja. Saya tidak menyangka abang saya juga masuk dalam daftar penumpang. Kita minta doanya, mudah-mudahan seluruh penumpang dalam keadaan selamat," katanya.

Sementara, Anggota Partai Kebangkitan Bangka, Subhan, mengatakan mendapat informasi salah seorang Anggota DPRD Babel dari PKB, Dolar, juga masuk dalam daftar penumpang Lion Air JT 610.

"Kami dan pihak keluarga sudah mendapat informasi itu, saat ini keluarga sudah berada di Bandara Depati Amir Pangkal Pinang untuk mendapat penjelasan langsung dari pihak penerbangan," kata Subhan.

Pihaknya berharap instansi terkait segera menemukan pesawat Lion Air JT 610, sehingga para penumpang dapat segera diselamatkan.*


Baca juga: Empat pegawai PT Timah ikut penerbangan JT610

Baca juga: Menkeu sampaikan duka cita terhadap 20 karyawan Kemenkeu korban JT 610


 

Pewarta: Kasmono
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
Copyright © ANTARA 2018