counter

Metropolitan

Polisi selidiki tawuran berujung kematian di Bintaro

Polisi selidiki tawuran berujung kematian di Bintaro

Ilustrasi tawuran (ANTARA News /Andre Angkawijaya)

Aksi tawuran antarpelajar tersebut diduga telah direncanakan via media sosial
Jakarta (ANTARA News) - Polisi Sektor (Polsek) Pesanggrahan menyelidiki insiden tawuran yang diduga berujung tewasnya satu orang pemuda berinisial MK (17) di Bintaro, Jakarta Selatan.

Tawuran terjadi pada pukul 22.00 WIB, Rabu, di kolong jalan tol Deplu Raya, Kelurahan Bintaro, Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

“Aksi tawuran antarpelajar tersebut diduga telah direncanakan via media sosial,” kata Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Pesanggrahan Kompol Maulana di Jakarta, Kamis.

Kompol Maulana menjelaskan, menurut keterangan saksi, MRN (16), dirinya dan beberapa kawannya diajak oleh siswa SMK Averus Pondok Pinang dan siswa STM Sasmita Jaya Pamulang, Tangerang Selatan untuk tawuran dengan anak-anak SMK 12 Tangerang via media sosial.

Tawuran yang berlangsung sekitar 10 menit itu pun menewaskan satu orang siswa kelas XII Jurusan Teknik Jaringan Komputer, STM Sasmita Jaya Pamulang, MK.

Kompol Maulana menyebut, MK diperkirakan tewas akibat luka bacok leher kiri.

Luka lain pun ditemukan pada tubuh korban, khususnya di lengan bahu kiri, pinggang kiri  dua jempol, dan telunjuk.

Saat ditemukan luka parah, Kompol Maulana menambahkan, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Suyoto, Bintaro Pesanggrahan.

“Ada dua saksi yang sudah memberi keterangan pada petugas. Keduanya siswa STM Sasmita Jaya Pamulang,” sebut Kompol Maulana.

Kapolsek Pesanggrahan itu menegaskan saat ini unit reserse kriminal (reskrim) tengah melakukan pengembangan, dan pelaku masih dalam penyelidikan.

“Kami sudah mengamankan barang bukti berupa tiga telepon seluler, salah satunya milik korban,” tambahnya. ***2***

Baca juga: Patroli polisi untuk mencegah tawuran
Baca juga: Wali Kota Jaksel perintahkan sekolah petakan masalah tawuran


 

Pewarta: Genta Tenri Mawangi
Editor: M. Arifin Siga
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar