Bekraf: Yogyakarta tempat ideal dirikan usaha rintisan

Bekraf: Yogyakarta tempat ideal dirikan usaha rintisan

Peserta mengikuti pawai Wayang Jogja Night Carnival (WJNC) #3 di Tugu Pal Putih, DI Yogyakarta, Minggu (7/10/2018). Acara yang dihadiri oleh ribuan warga dan dikemas dalam bentuk "street art" itu menjadi rangkaian peringatan HUT ke-262 Kota Yogyakarta. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/aww.

Bekraf terus berupaya mempertemukan para pengembang startup dengan platform teknologi digital seperti Dicoding, Google, Samsung, IBM, Microsoft, Alcatel, Line, Lintasarta, Tokopedia dan Go-Jek
Yogyakarta (ANTARA News) - Deputi Infrastruktur Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Hari Santosa Sungkari mengatakan Yogyakarta merupakan tempat yang ideal untuk mendirikan "startup" atau usaha rintisan

"Hal itu terlihat dari banyaknya talenta di bidang kreatif digital," kata Hari Santosa di sela-sela "Bekraf Developer Day" (BDD) 2018 di Yogyakarta, Sabtu.

Selain itu, menurut dia, di Yogyakarta juga tersedia ekosistem pendukung yang memadai bagi tumbuhnya "startup" digital seperti pusat kreatif, "coworking space", serta inkubator dan akselerator.

"Bekraf terus berupaya mempertemukan para pengembang startup dengan platform teknologi digital seperti Dicoding, Google, Samsung, IBM, Microsoft, Alcatel, Line, Lintasarta, Tokopedia dan Go-Jek," katanya.

Ia mengatakan BDD diadakan untuk menjembatani para pengembang dengan "platform" teknologi mutakhir untuk mengembangkan produk digital khususnya di bidang subsektor aplikasi, game dan web serta "internet of things" (IoT).

"Hal itu sejalan dengan tumbuh dan berkembangnya banyak startup yang berkualitas di Yogyakarta dan sekitarnya. Salah satu hasil dari BDD adalah lahirnya para talenta berbakat dari `local challenge`," katanya.

Ia mengemukakan komunitas pengembang dan pelaku bisnis digital di Yogyakarta seperti GameLan, Creacle Studio, Qajoo Studio, Hicca STudio, Kulina dan Niji telah lebih dulu berkontrisbusi positif bagi masyarakat lokal.

Selain itu, tersedianya fasilitas seperti Jogja Digital Valley (JDV) dan Digital Innovation Lounge (DILo) juga membuat munculnya bibit-bibit baru para pengembang aplikasi dan game.

"Ekosistem ekonomi digital seperti itu perlu didukung secara konsisten dan berkelanjutan," kata Hari.

Menurut dia, Yogyakarta merupakan kota keenam penyelenggaraan BDD 2018 dengan menghadirkan sejumlah pelaku, praktisi, dan "expert" industri kreatif digital Tanah Air.

"BDD di Yogyakarta dihadiri 1.200 peserta yang antusias mengikuti `sharing session` dengan para pakar dan pelaku industri kreatif digital," kata Hari. 

Baca juga: Bekraf dorong pengusaha rintisan masuk pasar modal

Baca juga: Akselerasikan startup lokal, Telkom gelar Indigo Day 2018


 

Pewarta: Bambang Sutopo Hadi
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Bekraf adakan pertemuan usaha rintisan kuliner

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar