Harry Dagoe garap "Keira" seperti melepas dendam terpendam

Harry Dagoe garap "Keira" seperti  melepas dendam terpendam

Harry Dagoe sutradara film "Kiera" perempuan dengan tujuh kepribadian. (subagyo)

Jakarta, (ANTARA News) - Menggarap film drama triler "Keira" yang baru akan tayang di layar lebar pada 15 November 2018 ternyata bagi sang sutradara Harry Dagoe seperti melepaskan dendam yang sudah lama terpendam.
       
Film "Kiera" yang mengangkat kisah perempuan bernama Kiera, diperankan aktris Angelica Simperler, yang memiliki kepribadian ganda, seperti halnya karakter Sybil,  wanita yang memiliki 16 kepribadian, dalam novel "Sybil" yang pernah dibaca Harry pada era 1980an. 

"Pengin bikin film seperti ini, waktu baca novel Sybil yang tebelnya segini (menunjuk ibu jari dan telunjuk yang ditekuk), tahun 80an akhir. Begitu kelar membaca saya seperti aktor yang memerankan (film) split," ujar pemilik nama asli Harry Suharyadi itu saat berbincang dengan Antara, Minggu.

Sutradara yang kerap memperoleh penghargaan itu mengungkapkan setelah membaca novel  Sybil itulah kemudian dirinya terobsesi untuk menggarap film yang mengisahkan perempuan berkepribadian ganda, karena menurutnya tema tersebut memiliki tantangan tersendiri. 

Dia bahkan pernah menawarkan kepada artis Ria Irawan untuk bermain dalam film yang ingin digarapnya tersebut, namun hal itu tidak terwujud.  "Pernah saya deketin Ria Irawan, tapi belum ada rejeki waktu, rejeki macem-macem, akhirnya tak jadi. sebenarnya sudah ada split-split," ujarnya.

Harry yang sudah menyutradarai berbagai macam film, salah satunya "Sunya" (2016) mengakui banyak film yang sudah ditontonnya tidak mampu mengobati kehausan terhadap impiannya yang terpendam bertahun-tahun setelah membaca novel Sybil ataupun tantangan-tantangan yang dicarinya. 

"Saya jadi nggak semangat bikin film. Sedikit bikin film akhirnya, "sense of cinemanya itu yang bikin dendam banget.Daripada bikin film yang tidak memberikan challenge yang kita inginkan," ujarnya.

Akhirnya pada 2018 Harry diajak rumah produksi Tujuh Rumah Produksi untuk menyutradari film "Keira" dia merasakan seperti mendapatkan penyaluran seluruh dendam yang telah dipendamnya bertahun-tahun.
 
"Karena ini sudah numpuk bertahun-tahun, sehingga seperti kran yang terbuka, mengucur, sehingga sulit dikendalikan," kata lelaki kelahiran 12 Desember 1969 itu.  

Sebagai film maker, lanjutnya, sungguh tawaran yang menarik dan kesempatan bisa menyelesaikan produksi film dengan cerita begitu unik, rumit, butuh pemahaman mendalam mengenai gangguan kejiwaan ini dan tidak mudah memvisualkan secara simpel agar film bisa dipahami penonton kebanyakan.
 
Selain Angelica Simperler yang berperan sebagai Keira, sejumlah artis yang akan membintangi "Keira" yakni Ray Sahetapi, Rocky Jeff, Djenar Mahesa Ayu, Ferly Putra serta Erlando Saputra. Film yang mengambil lokasi pengambilan gambar di Lampung ini juga  menampilkan Gubernur Lampung Ridho Ficardo sebagai salah satu pemainnya.

Baca juga: Gubernur Lampung turut bermain film "Keira"

Pewarta: Subagyo
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Sosok Ria Irawan di mata insan film nasional

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar