Muhaimin: RUU Pesantren kado Hari Santri Nasional

Muhaimin: RUU Pesantren kado Hari Santri Nasional

Ketum PKB Muhaimin Iskandar (kanan) bersama Ketua Panitia Hari Santri PKB Jazilul Fawaid (kiri) memberikan keterangan kepada wartawan usai Pembukaan Musabaqoh Kitab Kuning 2018 di Kantor Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Jakarta, Minggu (14/10/2018). (ANTARA FOTO/Reno Esnir/ama)

Jember, Jatim (ANTARA News) - Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar mengatakan Rancangan Undang Undang (RUU) Pesantren dan Pendidikan Keagamaan merupakan kado untuk Hari Santri Nasional.

"Saya bersyukur dengan dimasukkan RUU tentang Pesantren dan Pendidikan Keagamaan dalam Prolegnas menjadi kado untuk Hari Santri," kata Muhaimin, di sela kegiatan puncak Hari Santri Nasional di Kabupaten Jember, Jawa Timur, Minggu.

Menurutnya, RUU tersebut bisa menjadi pilar atau fondasi peran santri bagi kemajuan bangsa, sehingga diharapkan santri bisa melahirkan ilmuwan, pengusaha, ahli agama, dan juga ulama yang dapat menopang bangsa Indonesia.

"Substansi yang paling utama, para santri akan semakin didorong dengan payung hukum untuk mengembangkan potensinya, sehingga santri memiliki jalan mudah untuk mengembangkan prestasi, dan memajukan bangsa," katanya pula.

Ia mengatakan ada sekitar 100 juta sampai dengan 250 juta penduduk yang merupakan santri semua, sehingga santri maju dan bangsa juga maju.

Dalam puncak Hari Santri Nasional di Jember tersebut, ribuan warga dengan mengenakan sarung mengikuti jalan santai yang dipusatkan di Alun-alun Kabupaten Jember.

Para santri yang ikut dalam jalan sehat tersebut berjalan sambil memegang dan membentangkan kain berwarna merah dan putih sepanjang 400 meter yang menjadi keunikan tersendiri.

"Makna dari kain merah dan putih itu sebagai bentuk kecintaan para santri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Ketua GP Ansor Jember Ayub Junaidi.

Menurutnya, NKRI dan Pancasila adalah satu, sehingga kain sepanjang 400 meter itu diarak oleh santri dan peserta sepanjang rute Jalan Santai Bersarung itu yakni mulai alun-alun, Jalan Trunojoyo, Pasar Tanjung, Jalan Sultan Agung, dan kembali ke Alun-alun Jember.

Baca juga: Menag sebut santri pionir persatuan bangsa
Baca juga: Presiden lepas kirab dan jalan sehat santri
Baca juga: KH Ma'ruf Amin beri tausiah kebangsaan peserta istighatsah


 

Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Mengenang sejarah perjuangan santri pertahankan kemerdekaan

Komentar