counter

Pelindo gandeng Barata jaga kestabilan "dwelling time"

Pelindo gandeng Barata jaga kestabilan "dwelling time"

Ilustrasi: Seorang pekerja melintas didekat sebuah alat Rubber Tyred Gantry Crane (RTG) yang tengah dalam proses pengerjaan di Pelabuhan PT Pelindo IV (Persero) Cabang Pantoloan di Palu, Sulawesi Tengah. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)

sinergi kedua BUMN ini yang merupakan komitmen dalam upaya peningkatan lokal konten pada proyek-proyek strategis pemerintah
Jakarta (ANTARA News) -  PT Pelindo IV menggandeng PT Barata Indonesia (Persero) untuk menjaga kestabilan dwelling time atau waktu tunggu bongkar muat pelabuhan Makassar melalui penyediaan fasilitas alat angkat angkut pelabuhan.
 
Upaya meminimalkan dwelling time dengan langkah penandatanganan kesepakatan kerja sama oleh Direktur Utama Pelindo IV, Farid Padang, dengan General Manager Divisi Komponen Industri dan Permesian Barata, Hari Santosa, dalam keterangan tertulis yang diterima Antara di Jakarta, Senin. 

Barata diberi kesempatan untuk mengambil bagian fabrikasi pembangunan crane di lingkungan Pelabuhan Indonesia IV.  Untuk Makassar New Port, Pelindo IV membutuhkan 32 crane yang terdiri dari 24 rubber tyred gantry crane serta empat unit shore to shore crane.

Direktur Utama PT Barata, Toni Budi Santosa,  menyambut baik sinergi kedua BUMN ini yang merupakan komitmen dalam upaya peningkatan lokal konten pada proyek-proyek strategis pemerintah.  

Rencananya Barata akan turut membangun crane milik Pelindo IV untuk pemenuhan kebutuhan crane di Makasar New Port dan di lingkungan pelabuhan dibawah pengelolaan Pelindo IV lainnya. 

Toni menambahkan, bahwa hal tersebut merupakan bentuk dukungan Barata Indonesia untuk program  Tol Laut Pemerintah yakni dengan memenuhi kebutuhan transportasi laut melalui akselerasi pembangunan setiap pelabuhan termasuk fasilitasnya.

Barata telah mempersiapkan diri dalam pengembangan bisnis alat angkat dan angkut pelabuhan, baik dalam hal pembangunan unit produk crane dan conveyor lengkap dengan paket perawatannya, maupun dalam hal fasilitas produksi.  

Pada tahun  2018 ini Barata melakukan investasi untuk belanja mesin-mesin pendukung dan  juga melakukan perluasan area produksi/fabrikasi. 

Sebelumnya Barata juga telah membangun beberapa crane untuk memenuhi kebutuhan beberapa pelabuhan di Indonesia diantaranya container crane untuk pelabuhan Makassar, rubber tyred gantry crane untuk Pelabuhan Teluk Bayur, rail mounted harbor crane untuk pelabuhan di Kalimantan dan beberapa overhead crane untuk kebutuhan industri.  

Saat ini Barata sedang membangun tiga unit rubber tyred gantry crane  untuk Pelabuhan Indonesia III yang juga merupakan produk sinergi antar BUMN.

Baca juga: Menhub minta layanan dwelling time lebih baik lagi
 

Pewarta: Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar