Polisi beri pendampingan psikologis ke 126 keluarga

Polisi beri pendampingan psikologis ke 126 keluarga

Keluarga korban pesawat terbang Lion Air nomor penerbangan JT 610 menangis saat berlangsungnya sesi konferensi pers, di Jakarta, Senin (5/11/2018). Dalam kesempatan itu sejumlah pihak terkait memaparkan perkembangan proses evakuasi korban dan pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 itu. (ANTARA FOTO/Akbar Gumay

Jakarta (ANTARA News) - RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto, di Kramat Jati, Jakarta Timur, telah memberikan pendampingan dan konsultasi psikologis ke 126 anggota keluarga korban hingga hari kedelapan pencarian dan evakuasi pesawat terbang Lion Air nomor registrasi PK LQP/nomor penerbangan JT 610, di Tanjung Pakis, Karawang. 

Informasi itu disampaikan dalam jumpa pers Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto, Komisaris Besar Polisi Edi Purnomo, bersama Kepala Bagian Penerangan Satuan Biro Penerangan Divisi Humas Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus, di Gedung Sentra Visum dan Medikolegal RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto, Senin. 

Layanan psikologis diberikan ke keluarga korban pesawat terbang Lion Air itu sepanjang proses pencarian, evakuasi, dan identifikasi terhadap korban berlangsung. 

Fasilitas pendampingan psikologis itu tersedia di Lantai 1 Gedung Promoter, RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto, Jakarta Timur.

Sekitar 20-30 personel disiagakan setiap hari untuk mendampingi dan membantu pemulihan trauma bagi keluarga korban. Puluhan personel tersebut berasal dari unsur Kepolisian Indonesia, TNI, dan perhimpunan ahli psikologi. 

Proses pendampingan umumnya dilakukan dengan mendengarkan curahan hati dari keluarga korban, sementara untuk anggota keluarga yang masih anak-anak, pendampingan dari tim psikolog diisi dengan sejumlah kegiatan seperti menggambar, menyanyi, dan bermain. 

Sementara itu, pendampingan psikologis juga diberikan pihak maskapai Lion Air ke keluarga yang tengah menginap di Hotel Ibis Cawang, Jakarta Timur. 

Menurut perwakilan komunikasi perusahaan Lion Air, Ramaditya Handoko, ada sekitar 12 ahli psikologi yang siaga mendampingi keluarga korban per harinya. 

Meski demikian, proses pendampingan psikologis untuk keluarga korban, baik di RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto dan di Hotel Ibis Cawang dilakukan secara tertutup. Hanya pihak yang berkepentingan yang diizinkan untuk memasuki ruangan pemulihan trauma. 

Baca juga: Keluarga korban kecelakaan Lion Air dapat pendampingan psikolog

Baca juga: Lion Air sediakan psikolog untuk keluarga korban JT 610

Baca juga: Keluarga korban pesawat alami shock berat

Baca juga: Posko crisis center Pangkalpinang tambah 50 psikolog

Pewarta: Genta Mawangi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Tabur bunga mengenang tragedi jatuhnya Lion JT 610

Komentar