Kalau pelaku usaha UMKM teregister akan memudahkan dalam melakukan pembinaan agar bisa lebih berkembang.
Sleman (ANTARA News) - Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta menilai kesadaran pelaku usaha di sektor mikro untuk mendaftarkan usahanya di pemerintah desa masih rendah sehingga banyak yang belum teregister.

"Saat ini pelaku UMKM di Kabupaten Sleman yang teregister berjumlah 36 ribu pelaku dari 86 desa berdasar data 2018," kata Kepala Bidang Usaha Mikro, Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Sleman Fahmi Khoiri di Sleman, Selasa.

Menurut dia, Dari hasil Sensus Ekonomi BPS pada 2016, di Kabupaten Sleman terdapat sekitar 137 ribu UMKM dan UKM.

"Pelaku UMKM yang dimaksud adalah mereka yang memiliki usaha dengan modal maksimum Rp50 juta dan omzet per tahun maksimal Rp300 juta," katanya.

Ia mengatakan, sebenarnya jika pelaku usaha telah mendaftar atau  teregister akan lebih memudahkan dalam melakukan pembinaan agar bisa lebih berkembang.

"Jika mereka sudah teregister maka akan mudah dalam mengakses pelatihan-pelatihan yang kami adakan, serta lebih mudah muda dalam mengaksesnya bantuan permodalan" katanya.

Fahmi mengatakan, selain itu pihaknya juga akan lebih mudah dalam membantu UMKM dalam mendapatkan izin usaha rumah tangga (IRT) dan sertifikasi lainnya.

"Mereka juga akan kami bantu dalam mengurus sertifikat hak atas kekayaan intelektual (HKI) bagi produk-produk spesifik" katanya.

Ia mengatakan, guna mendorong kesadaran pelaku UMKM tersebut, pihaknya menyelenggarakan kegiatan Festival UMKM Sembada pada 8 November di Pendopo Rumah Dinas Bupati Sleman.

"Festival UMKM Sembada diharapkan dapat meningkatkan kesadaran para pelaku UMKM untuk mendaftarkan usahanya minimal di tingkat desa. Yang belum teregister??karena belum tumbuhnya kesadaran untuk mendaftarkan diri, minimal teregister di desa agar terdengar gaungnya," katanya.

Pada festival tersebut, kata dia, akan ada 50 stand UMKM, 14 diantaranya merupakan stand khusus alumni pojok konsultasi Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Dinas Koperasi dan UKM Sleman.

"Tercatat sebanyak 250 pelaku UMKM yang memanfaatkan PLUT dengan tema yang berbeda, misal akses modal, urus PIRT, mengemas produk, dan cara menggunakan IT. Yang sudah konsultasi di PLUT dan meningkat omsetnya kami undang di Festival UMKM Sembada," kayanya.

Baca juga: Lindungi toko kelontong, Sleman atur ulang toko modern

Pewarta: Victorianus Sat Pranyoto
Editor: Ganet Dirgantara
Copyright © ANTARA 2018