WCCE mampu menjadi lokomotif ekonomi kreatif dunia

WCCE mampu menjadi lokomotif ekonomi kreatif dunia

Buku "Opus 2019" berisi pencapaian Bekraf dan perkembangan ekonomi kreatif di Indonesia. (ANTARA News/Natisha Andarningtyas)

Gianyar, Bali  (ANTARA News) - Indonesia sebagai tuan rumah Konferensi Dunia Ekonomi Kreatif (WCCE) yang pertama kali diadakan secara internasional di Nusa Dua, Bali, 6-8 November 2018, ingin menyampaikan pesan ke dunia bahwa ekonomi kreatif berpotensi menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi negara.

"Sumber daya ekonomi kreatif berasal dari ide dan gagasan manusia yang tak akan pernah habis selama manusia tetap eksis," kata Kepala Bekraf, Triawan Munaf, di Bali, Selasa.

WCCE (World Conference on Creative Economy) merupakan konferensi tingkat dunia pertama yang membahas ekonomi kreatif. Acara ini diikuti delegasi lebih dari 50 negara dan 2.000 peserta.

"WCCE ini mengusung tema "Inclusively Creative", karena kami ingin ada pemahaman bersama dan landasan bersama untuk mengembangkan ekonomi secara global. Karena itu kunci utama pengembangan ekonomi kreatif adalah kolaborasi," jelas Triawan Munaf, ayah dari artis Sherina Munaf, yang menjadi pemeran utama film "Petualangan Sherina".

Acara yang dilaksanakan selama tiga hari ini diawali dengan Friends of Creative Economy (FCE) yang dihadiri delegasi berbagai negara, akademisi, pelaku kreatif, komunitas, dan media untuk membahas dan merumuskan Deklarasi Bali yang akan dibawa ke Sidang Umum PBB di tahun depan.

Konferensi ini juga menghadirkan lebih dari 20 tokoh ternama di dunia kreatif yang menjadi pembicara konferensi yang dilaksanakan pada Rabu-Kamis (7-8/11). Sebut saja pemenang Sutradara Terbaik Emmy Awards Lisa Russel, CEO and Co-founder Moonton (Mobile Legend) Justin Yuan, CEO and Co-founder Net Mediatama Television Wihsnutama Kusubandio, Presiden China Film Group Corporation Le Kexi, CEO Tokopedia William Tanuwijaya, dan masih banyak tokoh lainnya.

Sejumlah produk kreatif global seperti Disney, Grab, TikTok, Shopee, Potato Head, Bukalapak, dan Mobile Legend juga ditampilkan dalam kegiatan bertajuk Creativillage.

Selain itu, disuguhkan pula program unggulan dari Bekraf dalam upaya mengembangkan dan menguatkan ekosistem nasional dalam acara tersebut.

Di antaranya Akatara, yaitu pertemuan investor dengan pelaku kreatif perfilman; Bekraf Developer Day, yaitu acara yang mempertemukan para pengembang aplikasi; Unity in Diversoto, yaitu program untuk memperkenalkan kuliner soto yang beraneka ragam di Indonesia kepada dunia internasional. 

Baca juga: Perhelatan WCCE di Bali siap hadirkan sineas pemenang Emmy Awards

Pewarta: Adi Lazuardi
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Gubernur BI ajak ABG bersinergi dongkrak pertumbuhan ekonomi

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar