Kereta tambang Australia melaju 92 kilometer tanpa masinis

Kereta tambang Australia melaju 92 kilometer tanpa masinis

Seekor kangguru berdiri di antara batu bijih besi dekat pelabuhan Dampier wilayah Pilbara, Australia Barat, (19/4). Dengan populasi 21,8 juta jiwa Australia tidak memiliki cukup pekerja untuk mengeksploitasi kekayaan alam mereka yang luar biasa. Industri pertambangan dan sumber daya alam termasuk minyak dan gas memiliki $400 juta dalam proyek baru dalam rencana kerja Australia dan akan membutuhkan tenaga kerja sekitar 70 ribu orang selama lima tahun ke depan, menurut perkiraan pemerintah. (FOTO ANTARA/REUTERS/Daniel Mun)

Sydney (ANTARA News) - Satu kereta yang dioperasikan oleh perusahaan tambang dan membawa muatan bijih besi di Wilayah Pilbara di Australia Barat harus digelincirkan pada Senin malam (5/11), setelah kereta itu melaju hampir satu jam tanpa masinis.

Kereta tersebut, yang bergerak dari Kota Kecil Newman ke Port Hedland, diduga bahwa masinis kereta barang BHP keluar dari kereta untuk memeriksa salah satu gerbongnya, tapi sebelum masinis itu dapat kembali ke kursi masinis, kereta itu mulai bergerak.

Biro Keselamatan Angkutan Australia (ATSB), yang sekarang menyelidiki peristiwa tersebut, mengatakan di dalam satu pernyataan, "Tanpa seorang pun di dalamnya, kereta itu secara sengaja digelincirkan di satu tempat yang dioperasikan oleh pusat kendali, sekitar 119 kilometer dari Port Hedland (di dekat Turner)".

Dengan membawa 268 gerbong, kereta itu mencapai kecepatan 11o kilometer per jam sebelum BHP bisa menggelincirkan lokomotifnya dari Pusat Operasi Terpencil Terpadunya di Perth, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Selasa siang.

Baca juga: Indonesia-Australia kerja sama tambang emas

Walaupun peristiwa tersebut diperkirakan membuat raksasa tambang Australia menderita kerugian jutaan dolar, pengulas bisnis Tim Treadgold mengatakan kepada Australian Broadcasting Corporation, "dalam rancangan secara keseluruhan, ini adalah peristiwa yang sangat kecil".

"Sekalipun mereka kehilangan akses tiga-hari ke jalur kereta, yang mungkin terjadi, itu bukan peristiwa besar," katanya.

"Kami berbicara mengenai satu perusahaan yang berhubungan dengan miliaran dolar, dan ini mungkin terdaftar dalam jumlah jutaan, tapi hampir dipastikan tidak berjumlah puluhan juta," ia menambahkan.

Meskipun BHP cepat menyatakan bahwa tak ada orang yang cedera dan perusahaan itu akan bekerjasam dengan pemerintah untuk "menyelidiki keadaan", peristiwa paling akhir tersebut telah mencuatkan keprihatinan mengenai keselamatan kereta di Australia setelah peristiwa serupa pada September, saat satu kereta barang otomatis yang tak terkendali di Tasmia juga harus digelincirkan guna menghindari bencana di Tasmania.

Namun kendati peristiwa yang tak menguntungkan terjadi, pemilik tambang Rio Tinto berharap pada akhir tahun ini bisa memiliki jaringan kereta pertama yang sepenuhnya otonomi, jarak-jauh, dan angkutan-berat --AutoHaul.

Editor; Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar