Kemarin, Maria Ozawa merasa dilecehkan hingga Wuling hadirkan mobil baru

Kemarin, Maria Ozawa merasa dilecehkan hingga Wuling hadirkan mobil baru

Mantan aktris film dewasa asal Jepang, Maria Ozawa memberikan penjelasan usai dimintai keterangan oleh petugas di Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar, Bali, Rabu (7/11/2018) dini hari. Maria Ozawa atau Miyabi dimintai keterangan oleh petugas imigrasi untuk mengklarifikasi tujuan kedatangannya ke Pulau Bali. ANTARA FOTO/Fikri Yusuf/aww.

Jakarta (ANTARA News) - Maria Ozawa kecewa dilecehkan oknum imigrasi Bali, penyelenggara acara Lee Jong-suk di Indonesia akui lalai, JD.ID beri diskon hingga Rp11 miliar sambut 11.11, Wuling hadirkan Formo, mobil segmen LCV pertama seharga Rp135 jutaan, hingga Facebook deteksi konten negatif di grup dengan berbagai teknologi menjadi lima berita kemarin yang layak baca.

1. Maria Ozawa kecewa dilecehkan oknum imigrasi Bali
Jakarta (ANTARA News) - Artis asal Jepang Maria Ozawa mengatakan sempat ditahan di kantor Imigrasi Bali pada Selasa (6/11) sampai dini hari tadi. Menurut keterangannya, peristiwa itu berujung dengan para petugas yang memintanya untuk selfie bersama.

Maria menceritakan ia datang ke Bali untuk menghadiri pesta ulang tahun sahabatnya yang bernama Barbie Nouva. Saat pesta berakhir, tiba-tiba ada dua orang yang mengaku sebagai petugas imigrasi datang dan meminta Maria menunjukkan paspornya.

Ia merasa tidak punya pilihan lain kecuali memperlihatkannya. Namun, kedua orang tersebut pergi membawa paspor Maria tanpa berkata apa-apa.

Baca beritanya di sini.

2. Penyelenggara acara Lee Jong-suk di Indonesia akui lalai
Jakarta (ANTARA News) - Penyelenggara acara jumpa penggemar aktor Korea Selatan, Lee Jong-suk, Yes24 Ent. Indonesia mengakui lalai sehingga berujung penudaan kepulangan sang aktor dan stafnya ke Korea.

Dalam keterangan tertulisnya, Rabu, pihak penyelenggara mengaku tertipu pihak ketiga yang bertanggung jawab dalam pengurusan visa Jong-suk dan staf. Pihak ketiga sebelumnya melaporkan ada masalah dalam pengurusan visa yang bisa mengakibatkan acara jumpa penggemar batal. Namun, masalah ini menurut pihak ketiga bisa selesai.

Berita lengkapnya di sini.

3. JD.ID beri diskon hingga Rp11 miliar sambut 11.11
Jakarta (ANTARA News) - JD.ID sebuah perusahaan e-dagang yang terafiliasi dengan JD.com memberikan diskon total hingga Rp11 miliar selama tiga hari (9-11 November 2018) guna menyambut Single Day yang dirayakan setiap 11 November.

“Perayaan diskon untuk merayakan Single Day telah menjadi semacam momen yang sangat penting di JD.ID. Hal itu dikarenakan JD.com sendiri merupakan salah satu pencetus tradisi belanja ini di negeri asalnya, Tiongkok. Salah satu promo kami yang paling baru dan sensasional adalah JD Golden Ticket yakni kesempatan untuk memenangkan produk luxury dan branded yang #DijaminOri dengan harga Rp111.000 saja. Tema Amazing 11.11 ini sengaja dipilih agar konsumen dapat merasakan amazing experience dalam berbelanja," kata Mia Fawzia, Head of Marketing JD.ID di Jakarta, Rabu.

Baca berita selengkapnya di sini.

4. Wuling hadirkan Formo, mobil segmen LCV pertama seharga Rp135 jutaan
Jakarta (ANTARA News) - Wuling Motors merambah segmen Light Commercial Vehicle (LCV) dengan meluncurkan Wuling Formo. Mobil komersial pertama dari perusahaan otomotif asal China tersebut ditawarkan dengan harga mulai dari Rp.135.800.000.

Vice President Vehicle Sales, Service and Marketing Wuling Motors, Cindi Mai mengatakan Wuling Formo hadir untuk memenuhi kebutuhan para pengusaha di Indonesia yang menginginkan mobil komersial dengan fitur dan kenyamanan terbaik di kelasnya.

"Formo dirancang untuk memberikan kenyamanan bagi para pelaku usaha kecil dan menengah," ujar Cindy dalam acara peluncuran Wuling Formo di Jakarta, Rabu.

Berita lengkapnya di sini.

5. Cara Facebook deteksi konten negatif di grup
Jakarta (ANTARA News) - Saat ini Facebook memanfaatkan alat berbasis kecerdasan artifisial, pembelajaran mesin dan computer vision untuk mendeteksi konten buruk terutama dalam Facebook Groups.

Director Engineering Facebook, Renata Aryanti dalam sesi media gathering di Jakarta, Rabu, mengatakan, hanya saja untuk tindakan lebih lanjut mengenai konten negatif itu ada di tangan admin atau manusianya.

Lebih lanjut, admin grup bisa memeriksa ada tidaknya konten yang melanggar aturan. Bila ada, mereka bisa melaporkannya pada pihak Facebook.

Selengkapnya di sini.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Ida Nurcahyani
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar