Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo menganugerahi gelar pahlawan nasional kepada enam tokoh, salah satunya kepada almarhum Abdurrahman (AR) Baswedan, yang merupakan kakek dari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Gelar pahlawan ini berikan Presiden kepada ahli warisnya, yang diwakili anak bungsu Abdurrahman (AR) Baswedan, yakni Samhari Baswedan di Istana Negara Jakarta, Kamis.

Usai acara penerimaan gelar, Samhari didampingi Anies Baswedan menerima ucapan selamat dari Presiden Jokowi, Wakil Presiden Jusuf Kalla, para Ketua Lembaga Negara, menter Kabinet Kerja serta para undangan yang hadir.

Anies kepada wartawan menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas gelar yang diberikan kepada kakeknya.

"Prosesnya sejak 2010 dan diajukan oleh masyarakat dan pemerintah Kota Yogyakarta," kata Gubernur DKI Jakarta ini.

Anies juga mengisahkan bahwa dirinya bersama kakeknya hidup bersama sejak dirinya masih ke kecil di Yoyakarta.

"Waktu sekolah di TK, karena sekolahnya dekat saya selalu dijemput oleh kakek. Saya pribadi saya tumbuh besar bersama kakek di rumah sampai saya SMA dan pengalaman bersama itu mengesankan luar biasa," kata Anies di Istana Negara.

Anies mengatakan bahwa kakeknya seorang yang memang mencintai Indonesia luar biasa, karena dituangkan dalam semua pikiran, langkahnya dan tindakan.

"Bahkan, tante saya namanya Imlati, itu lahir bulan Juli ketika beliau masih anggota BPUPKI. Imlati itu kepanjangan, Indonesia Merdeka Lekas Akan Tercapai Insyaallah," ungkapnya.

Anies juga mengatakan bahwa kakeknya merupakan seorang wartawan, yang tiap hari mengirim surat kepada beberapa surat kabar dan dirinya yang mengetiknya.

Anies Baswedan menyebut kakenya seorang pembaca karena memiliki koleksi buku yang mencapai 5.000 buku.

Dia juga mengingkapkan pesan yang selalu diberikan oleh kakeknya kepada dirinya untuk membaca di setiap ada kesempatan.

Anies juga mengucapkan bersyukur dan mengapresiasi pemerintah terhadap gelar pahlawan yang diberikan kepada kakeknya.

"Alhamdulillah kita bersyukur bahwa pemerintah menganugerahkan itu dan ini amanat bagi kita semua untuk meneruskan perjuangan," katanya.

Abdurrahman Baswedan merupakan tokoh yang memperjuangakan integrasi keturunan Arab menjadi bangsa Indonesia.

Tokoh yang lahir 9 September 1908 di Surabaya dan besar di Yogyakarta ini terlibat dalam dunia pergerakan dengan mengusung cita-cita mewujudkan Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

Perjuangan Abdurrahaman Baswedan ini dilakukan melalui dunia jurnalistik dengan tulisan-tulisannya di surat kabar serta dalam kepertaian melalui Partai Arab Indonesia (PAI) dan juga menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Setelah keluar dari dunia politik di 1960, Abdurrahman Baswedan mengalihkan perjuangannya ke dalam dunia pendidikan, dakwah dan budaya.

Pewarta: Joko Susilo
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2018