Kembangkan e-Sports, Moonton siap gandeng mitra lokal

Kembangkan e-Sports, Moonton siap gandeng mitra lokal

CEO Game Developer Moonton Justin Yuan (tengah) berfoto bersama para cosplayer dari karakter game "Mobile Legends: Bang Bang" dalam World Conference on Creative Economy di Nusa Dua, Bali pada Kamis (8/11/2018). (Antara News/Aji Cakti)

Nusa Dua (ANTARA News) - Justin Yuan, CEO Game Developer Moonton yang membuat "Mobile Legends: Bang Bang", ingin mengajak mitra lokal untuk meningkatkan industri e-Sports di Indonesia.

"Kami ingin meningkatkan e-Sports di Indonesia menjadi industri kreatif lebih baik, jadi kami ingin mengajak banyak mitra lokal untuk bekerja sama guna meningkatkan hal tersebut," titur Justin di Nusa Dua, Bali, Kamis.

Dia menjelaskan, Moonton berupaya memahami pasar dan budaya Indonesia, sehingga ingin melibatkan lebih banyak mitra lokal guna mengembangkan dan meningkatkan e-Sports.

Menurutnya, Moonton akan menggelar turnamen e-Sports mingguan serta turnamen-turnamen di tingkat kota dan amatir, bukan hanya turnamen untuk profesional.

Moonton merupakan pengembang game dari Tiongkok yang membuat game "Mobile Legends: Bang Bang" bergenre Multiplayer Online Battle Arena atau MOBA.

Pengembang game ini juga mengangkat jagoan-jagoan khas Indonesia seperti Gatotkaca, dan yang terbaru Kaditha alias Nyi Roro Kidul sebagai karakter dalam "Mobile Legends: Bang Bang".

Justin Yuan merupakan salah satu pelaku ekonomi kreatif sekaligus pakar industri game yang menjadi pembicara dalam World Conference on Creative Economy atau WCCE di Bali. Di hari terakhir perhelatan tersebut dirinya membawakan materi mengenai "The Future of E-Gaming".

WCCE  merupakan konferensi pertama di dunia yang membahas ekonomi kreatif. Perhelatan ini mendatangkan beragam pakar dan pelaku ekonomi kreatif tingkat internasional di masing-masing sektornya, seperti industri perfilman, pengembangan game, dan beragam sektor ekonomi kreatif lainnya.

Baca juga: Kenapa game bergenre RTS kurang populer di smartphone?

Pewarta: Aji Cakti
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar