KN Sadewa bawa delapan kantong jenazah korban Lion Air JT 610

KN Sadewa bawa delapan kantong jenazah korban Lion Air JT 610

Dokumentasi personel Badan SAR Nasional membawa kantong jenazah korban jatuhnya pesawat Lion Air nomor penerbangan JT 610 di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (2/11/2018). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)

Jakarta (ANTARA News) - Kapal KN Sadewa milik Badan SAR Nasional kembali membawa delapan kantong jenazah yang berisi bagian tubuh korban jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Tanjung Pakis Karawang pekan lalu.
   
"Pencarian hingga pukul 18.00 (WIB), total ada delapan kantong dan sudah kami serahkan ke DVI," ujar Kepala Bagian Humas Badan SAR Nasional, Suhri Sinaga, dalam konferensi pers di dermaga JICT II Tanjung Priok, Jakarta, Kamis malam.
   
Dengan tambahan temuan ini, maka total kantong jenazah yang sudah didapat tim SAR hingga hari ke-11 pencarian menjadi 195 kantong jenazah, yang semuanya dikirimkan ke RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto, di Kramat Jati, Jakarta Timur.
   
Sinaga menuturkan, tim penyelam terus fokus untuk mencari para korban yang masih berada di bawah laut dan belum menentukan kapan pencarian akan dihentikan. "Temuan itu semua di dalam air, jadi tim penyelam yang mengangkat. Kalau serpihan itu urusan KNKT," kata dia.
    
Badan SAR Nasional masih mengirimkan sejumlah elemen pencari baik personel dan peralatan ke lokasi jatuhnya pesawat di Tanjung Pakis Karawang, Jawa Barat.
    
Badan SAR Nasional yang dipimpin Marsekal Madya TNI M Syaugi, kembali memperpanjang proses pencarian untuk tiga hari ke depan guna mencari korban yang kemungkinan masih tertinggal serta mencari cockpit voice recorder yang hingga saat ini belum berhasil ditemukan.
    
Badan SAR Nasional mengerahkan tiga kapal antara lain KN SAR Sadewa, KN SAR Drupada, dan KN SAR Basudewa, serta tiga perahu karet, yang semuanya bertolak dari dermaga JICT II pada Kamis pagi.
    
Sementara unsur Badan SAR Nasional yang terlibat dari jajaran di pusat, Lampung, Semarang, Bandung, dan Grup Khusus Badan SAR Nasional.

Pewarta: Roy Rosa Bachtiar
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar