Lockheed Martin tampilkan tiga produk andalan

Lockheed Martin tampilkan tiga produk andalan

Wakil Komandan Korps Marinir Amerika Serikat untuk wilayah Pasifik, Brigadir Jenderal Robert B Sofge (kiri), Vice President and Regional Executive Asia Lockheed Martin, Andrew Linstead (tengah), dan Wakil Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Heather Variava (kanan), saat menghadiri pameran Indo Defense 2018 di Jakarta, Kamis. (ANTARA News/Azis Kurmala)

Jakarta (ANTARA News) - Lockheed Martin, produsen sistem kesenjataan dan pertahanan asal Amerika Serikat, menampilkan tiga produk andalan yaitu C-130J Super Hercules, F-16 Block 70/72 Viper, dan S-79 Black Hawk pada Indo Defence & Expo Forum 2018, di Jakarta International Expo Kemayoran, Kamis.

Vice President and Regional Executive Asia Lockheed Martin, Andrew Linstead, di Jakarta, Kamis, mengatakan, C-130J Super Hercules adalah iterasi terbaru dari lini produksi pesawat militer terpanjang dalam sejarah. 

Pesawat transport berat itu dapat digunakan mulai dari mendukung misi kemanusiaan hingga digunakan untuk kegiatan perdamaian wilayah, C-130J Super Hercules tetap menjadi pesawat angkut paling relevan di dunia. 

"Angkatan Udara Indonesia telah mengoperasikan pengguna armada C-130 yang merupakan pesawat militer dengan utilisasi tertinggi di Asia," kata dia.

Sejarah juga mencatat bahwa Indonesia adalah pengguna pertama C-130 Hercules di belahan selatan Bumi, dan unit pertama yang diterima AURI saat itu masih ada dan kini disimpan di Musium Dirgantara Yogjakarta, dari tempat asalnya semula di Pangkalan Udara TNI AU Sulaeman, Kabupaten Bandung. 

Kini, digadang-gadang bahwa Indonesia akan mengakuisisi sejumlah C-130J Super Hercules untuk menambah kekuatan sarana transportasi udara militer bagi TNI AU, yaitu saat ini ada di Skuadron Udara 31 dan Skuadron Udara 32. 

Peran utama C-130B, C-130H, dan L-100 Hercules TNI AU bagi penanganan musibah di Tanah Air terjadi pada operasi kemanusiaan pada gempa Palu-Donggala, akhir September lalu. Belasan ribuan orang diselamatkan dari musibah yang mengundang simpati negara-negara sahabat sehingga mereka juga menurunkan sejumlah C-130 Hercules mereka, dan beberapa tipe lain pesawat transpor berat militer.

Di antara mereka adalah C-130J Super Hercules Angkatan Udara Amerika Serikat yang berpangkalan di Pangkalan Udara Yokota, Jepang. C-130J Super Hercules itu berasal dari Skuadron Dukungan Operasi 36, Grup Operasi 374, Wing Angkut Udara 374, Angkatan Udara Kelima, Angkatan Udara Amerika Serikat di Jepang, di bawah Komando Indo Pasifik Angkatan Bersenjata Amerika Serikat.

Kemudian F-16 Block 70/72 Viper adalah versi terbaru dari seri pesawat tempur F-16 dan merupakan versi paling mutakhir yang pernah diproduksi Lockheed Martin. F-16 Fighting Falcon merupakan salah satu pesawat tempur yang paling laris dan battle proven di dunia.

Indonesia bisa dibilang menjadi operator mula-mula F-16 Fighting Falcon ini di ASEAN, melalui program pengadaan dengan sandi Peace Bima Sena I pada dasawarsa '90-an. Lompatan teknologi pertahanan udara dilaksanakan Indonesia saat itu secara baik dan mulus. 

"Dengan memanfaatkan teknologi Generasi Kelima Lockheed Martin yang kemudian dikembangkan pada program F-22 Raptor dan F-35 Lighting II, F-16 Fighting Falcon adalah pesawat tempur terkemuka di dunia dengan lebih dari 4.500 unit yang telah diproduksi dan dikirimkan ke 28 pelanggan di seluruh dunia," ujar Linstead.

Kemudian, ia mengatakan, S-79 Black Hawk adalah salah satu helikopter yang paling serbaguna, tahan lama, dan dapat diandalkan di dunia. 

"Helikopter ini telah berjuang di zona tempur yang tak terhitung jumlahnya, menyelamatkan nyawa sebagai pesawat alat evakuasi korban dan menjadi alat pemadam kebakaran udara serta patroli perbatasan," kata dia.

Selain itu tiga produk itu, Lockheed Martin menampilkan pemantik 74k Aerostat System. 74K Aerostat adalah pemantik besar berisi helium yang lebih ringan dibandingkan sistem udara, dan dirancang untuk memberikan jangkauan intelijen, pengawasan, pengintaian, dan bantuan komunikasi kepada pemadam kebakaran.

Pewarta: Azis Kurmala
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar