Piala AFF 2018

Bima Sakti dan Fandi Ahmad "terjebak nostalgia"

Bima Sakti dan Fandi Ahmad "terjebak nostalgia"

JELANG PIALA AFF INDONESIA LAWAN SINGAPURA Pelatih timnas Indonesia Bima Sakti (kiri) berbincang dengan pelatih timnas Singapura Fandi Ahmad (tengah) serta pemain timnas Singapura Hariss Harun (kanna) saat konferensi pers piala AFF 2018 di Stadion Nasional, Singapura, Kamis (8/11/2018). Timnas Indonesia akan menjalani laga perdana penyisihan grub B Piala AFF 2018 melawan timnas Singapura di Stadion Nasional, Singapura pada Jumat 9 November 2018. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/nz. (ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN)

Singapura (ANTARA News) - Pelatih tim nasional sepak bola Indonesia Bima Sakti dan pelatih timnas Singapura Fandi Ahmad "terjebak nostalgia" menjelang laga Indonesia kontra Singapura di Piala AFF 2018, Jumat (9/11).

Kedua pelatih yang sama-sama baru menangani timnas senior di Piala AFF tersebut kembali mengingat pertemuan keduanya saat masih aktif sebagai pemain.

"Saya senang bisa bertemu kembali dengan Bima. Terakhir kali saya bertanding melawan dirinya di semifinal SEA Games tahun 1997. Ketika itu saya mencetak gol yang menjadi gol terakhir saya sebelum pensiun dari timnas," ujar Fandi di Stadion Nasional, Singapura, Kamis (8/11).

Menurut Fandi, dia selalu mengingat hal itu sebagai bagian dari hubungan baiknya dengan Bima Sakti.

"Bima itu teman baik saya," kata Fandi yang pernah bermain di Indonesia bersama tim Niac Mitra (periode 1982-1983) dan melatih klub Indonesia Pelita Jaya pada tahun 2007.

Bima Sakti pun belum melupakan pertandingan empat besar sepak bola SEA Games 1997 tersebut. Berakhir dengan kemenangan 2-1 untuk Indonesia, Bima pun turut mencetak gol bersama Fandi Ahmad di kesebelasan lawan. Gol kemenangan Indonesia saat itu dilesakkan Fakhri Husaini.

Pria bernama lengkap Bima Sakti Tukiman tersebut bahkan masih mengingat jelas bagaimana gol Fandi Ahmad terjadi karena kegagalannya mengantisipasi bola hasil operan sayap Singapura.

"Waktu itu ada umpan silang dari pemain Singapura. Saya berusaha menyundulnya, tetapi terlanjur dicuri oleh Fandi yang akhirnya mencetak gol," kata Bima.

Mengenai pertemuan pertama mereka sebagai pelatih keduanya pun sama-sama melontarkan pujian.

"Saya sangat menghormati Fandi," tutur Bima.

Sementara Fandi menganggap Bima merupakan pelatih yang dihormati oleh para pemain karena dia merupakan pahlawan sepak bola di Indonesia.

"Bima memiliki motivasi tinggi dan itu bisa merepotkan kami di laga nanti. Dia seorang legenda, dihormati pemain dan membawa dimensi baru untuk Indonesia," tutur dia.

Timnas Indonesia menghadapi Singapura dalam laga tandang Grup B Piala AFF 2018 pada Jumat (9/11) di Stadion Nasional, Singapura, mulai pukul 20.00 waktu Singapura atau pukul 19.00 WIB.

Baca juga: Bima prediksi laga Indonesia versus Singapura bakal ketat
 

Pewarta:
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar