Bursa Wall Street ditutup bervariasi setelah keputusan Fed

Bursa Wall Street ditutup bervariasi setelah keputusan Fed

New York Stock Exchange. (nyse.com)

Indeks Dow Jones meningkat 10,92 poin, S&P 500 turun 7,06 poin, dan Nasdaq berakhir 39,87 poin lebih rendah
New York (ANTARA News) - Saham-saham di Wall Street bervariasi pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena investor mengalihkan fokus mereka dari hasil pemilu paruh waktu AS ke kebijakan moneter bank sentral The Fed.

Indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 10,92 poin atau 0,04 persen, menjadi berakhir di 26.191,22 poin.

Sementara, sebut Xinhua, indeks S&P 500 turun 7,06 poin atau 0,25 persen, menjadi ditutup di 2.806,83 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 39,87 poin atau 0,53 persen lebih rendah, menjadi 7.530,88 poin.

The Fed memutuskan untuk mempertahankan kisaran target untuk suku bunga acuan federal fund (FFR) pada 2,0 hingga 2,25 persen, bank sentral mengatakan dalam sebuah pernyataan setelah mengakhiri pertemuan kebijakan dua hari.

Baca juga: Fed tahan suku bunga, tetap di jalur untuk kenaikan Desember

Bank sentral mencatat dalam sebuah pernyataannya bahwa "pertumbuhan investasi tetap bisnis (perusahaan) telah moderat dari laju tercepatnya pada awal tahun," tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut.

The Fed juga mengatakan pasar tenaga kerja AS terus menguat dan kegiatan ekonomi "telah meningkat pada tingkat yang kuat" sejak pertemuan kebijakan terakhir pada September, ketika menaikkan suku untuk ketiga kalinya tahun ini.

The Fed telah menaikkan suku bunga tiga kali tahun ini dan sebagian besar pasar memperkirakan kenaikan lagi sebelum akhir tahun.

Kekhawatiran tentang laju kenaikan suku bunga menyebabkan volatilitas di pasar pada bulan lalu.

Indeks-indeks saham utama telah membukukan kenaikan tajam setelah pemilihan umum paruh waktu AS. Ketiga indeks utama melonjak lebih dari 2,00 persen pada Rabu (7/11).

Investor menjadi bullish setelah hasil pemilu sela, karena mereka percaya bahwa kemacetan di Washington akan membantu pasar.

Mereka memperkirakan kebijakan-kebijakan pro-bisnis Presiden AS Donald Trump akan berlanjut, dan Kongres akan memberikan pemeriksaan yang lebih besar dengan Demokrat yang mengambil kendali DPR.

Baca juga: Dolar AS menguat didukung keputusan Fed pertahankan suku bunga
Baca juga: Harga emas berjangka turun imbas dolar AS berbalik menguat

 

Pewarta:
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar