Tour de Singkarak

Etape enam TdS 2018 lintasi rute terpendek Solok-Payakumbuh

Etape enam TdS 2018 lintasi rute terpendek Solok-Payakumbuh

Para pebalap melakukan start etape IV balap sepeda Tour de Singkarak 2018 di Pantai Cimpago, Kota Padang, pada Rabu (7/11). Etape IV TDS menempuh jarak 144 km dari Padang menuju finis di Agam. (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)

Bukittingi, Sumatera Barat, 9/11 (Antara) - Etape enam kejuaraan balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) 2018 akan menempuh rute terpendek dari Kota Solok-Payakumbuh, Jumat sejauh 105 km.

Sebanyak 83 pebalap sepeda akan melanjutkan balapan dengan melakukan start etape enam di depan Lapangan Merdeka Kota Solok, Sumatera Barat usai sholat Jumat pada pukul 14.00 WIB.

Setelah start, mereka akan melewati Pasar Solok, Pulau Belibis, Tanah Garam, Dermaga Singkarak, Ombilin, Batu Sangkar, Simpang Piladang, Polres Payakumbuh, Pasar Payakumbuh, Lampasi dan finis di Ngalau Indah, Payakumbuh.

Balapan etape enam memiliki dua titik sprint di Singkarak (km 16,1) dan Batu Piladang ( km 81,1) serta dua titik tanjakan King of Mountain di Ombilin (km35,1/463 mdpl) dan Tabir Patah (km 61,7/985 mdpl).

Baca juga: Ewart pertahankan jersey kuning di etape lima TDS

Pebalap Jesse Ewart (Sapura Cycling Team, Malaysia) masih memuncaki klasemen pebalap umum sekaligus pemegang jersey kuning setelah etape lima.

Sebelumnya Ewart juga memborong jersey hijau (raja sprint) dan jersey polkadot (raja tanjakan), tapi setelah finis etape lima di Pasaman, Kamis, jersey hijau berpindah tangan dari Ewart ke tangan Oleksandr Polivoda dari tim Ningxia Sports Lottery Lival Cycling Team.

Ewart juga harus merelakan jersey polkadot yang dia raih di dua etape sebelumnya kepada Marcelo Felipe dari tim & Eleven- Cliqq Roadbike Philippines.

"Untuk balapan besok (Jumat) kami akan mencoba hal yang sama. Kami akan mencoba untuk mengendalikan dan mengatasi ancaman-ancaman lainnya untuk mengejar klasifikasi umum," kata Ewart usai menerima jersey kuning di finis etape lima, Kamis.
Pebalap asal Australia Jesse Ewart (Team Sapura Cycling) melintasi garis finis balapan etape III Tour de Singkarak di depan Istano Basa Pagaruyung, Tanah Datar, Sumatera Barat, Selasa (6/11). (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)


Sementara itu, pebalap Indonesia tercepat di etape lima, Jamal Hibatullah (Tim PGN Road Cycling Team) mengungkapkan akan mengamankan kategori King of Mountain di balapan etape enam untuk mendongkrak posisi timnya.

"Paling mengamankan klasemen King of Mountain, ada teman saya Bambang (Suryadi), dan terus mengejar klasemen tim umum," kata Jamal.

Walaupun finis sebagai pebalap Indonesia tercepat di etape lima, Jamal belum mampu merebut jersey merah putih, yang masih dipegang oleh Muhammad Abdurrohman (KFC Cycling Team) sebagai pebalap Indonesia terbaik.
 
Pebalap Indonesia Jamal Hibatullah (paling kanan) bersama rekan satu timnya di PGN Road Cycling Team berfoto bersama sebelum melakukan start etape empat balap sepeda Tour de Singkarak 2018 di Pantai Cimpago, Padang, Rabu (7/11) (Antaranews/Aditya E.S. Wicaksono)


Thailand Continental Cycling Team masih merajai klasemen tim secara umum, diikuti oleh Bike Aid dan KFC Cycling team.

Kemudian klasemen sementara tim Indonesia masih dipegang oleh KFC Cycling Team di peringkat satu, yang dibayangi oleh PGN Road CYcling Team di peringkat dua dan Banyuwanti Road Cycling Team Community di peringkat tiga.***4***
Baca juga: Kelok 9 menjadi ikon etape V Tour de Singkarak 2018
Baca juga: Kelok 44 akan menantang pebalap di Etape IV Tour de Singkarak 2018




 

Pewarta:
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar