Jakarta (ANTARA News) - Sebuah kursi roda bermotor yang digunakan oleh mendiang fisikawan Inggris Stephen Hawking terjual pada sebuah lelang, Kamis, serta disertasinya terjual seharga 1 juta dolar AS atau sekitar Rp14,6 miliar.

Kursi roda berwarna merah tersebut laku senilai hampir 300.000 pound (391,740.00 dolar AS) sementara harga disertasinya terjual hampir dua kali lipat dari perkiraan awal pada penjualan untuk mengumpulkan uang amal tersebut.

Terkenal karena karyanya menjelajahi asal-usul alam semesta, Hawking meninggal pada bulan Maret pada usia 76 setelah menghabiskan sebagian besar hidupnya terbatas pada kursi roda dengan penyakit motor neuron.

Beberapa barang-barangnya termasuk esai, medali, penghargaan dan salinan bukunya "Brief History of Time" yang ditandatangani dengan cap jempol dijual online pada hari Kamis bersama surat dan manuskrip milik Isaac Newton, Charles Darwin dan Albert Einstein.

Disertasi Hawking 117 halaman, "Properties of expanding universes" dari tahun 1965 dijual seharga 584.750 pound, jauh dari perkiraan awal sekitar 150.000 pund.

Medali dan penghargaan dijual seharga 296.750 poundsterling, di atas perkiraan 15.000 poundsterling, sementara kursi roda bermotor merah dijual seharga 296.750 poundsterling, juga dibandingkan dengan perkiraan 15.000 poundsterling.

Rumah Lelang Christies menggelar lelang online sembilan hari yang disebut "On the Shoulders of Giants" untuk mengumpulkan uang untuk Stephen Hawking Foundation dan Asosiasi Penyakit Motor Neurone.

Ia juga menawarkan para penggemar fisikawan yang dikenal karena synthesizer suara elektroniknya itu kesempatan untuk membeli sebagian dari harta miliknya.

“Stephen Hawking adalah kepribadian yang sangat besar di seluruh dunia. Dia memiliki kemampuan luar biasa untuk terhubung dengan orang-orang, ”kata Thomas Venning, kepala Departemen Buku dan Manuskrip di rumah lelang Christie London, kepada Reuters menjelang acara tersebut.

Baca juga: Suara Stephen Hawking akan dipancarkan ke luar angkasa

Baca juga: Upacara pemakaman Stephen Hawking digelar di Cambridge

Baca juga: Stephen Hawking bergabung dengan Newton, Darwin di tempat istirahat terakhir

Baca juga: Stephen Hawking berujar, "Amin", dan bersimpuh di hadapan Tuhan

Penerjemah: Monalisa
Editor: Fitri Supratiwi
Copyright © ANTARA 2018