Rashida Tlaib, Muslimah pertama yang jadi anggota Kongres AS

Rashida Tlaib, Muslimah pertama yang jadi anggota Kongres AS

Presiden AS Barack Obama menyampaikan pidatonya saat rapat gabungan kongres AS di Capitol Hill, Washington, Kamis (8/9). Obama mengusulkan paket lapangan kerja sebesar 447 milyar dolar AS untuk mendorong ekonomi AS, menantang Kongres untuk meloloskan rancangan undang-undang yang sebagian besar terdiri dari pemotongan pajak bagi para pekerja dan perusahaan itu. (FOTO ANTARA/REUTERS/Jim Bourg/)

Ankara, Turki (ANTARA News) - Perempuan Amerika-Palestina, Rashida Tlaib, mengukir sejarah pada Selasa (6/11), saat ia menjadi Muslimah pertama yang terpilih menjadi anggota Kongres AS.

Dalam pemungutan suara paruh-waktu yang berat di AS pada Selasa, Rashida meraih kursi untuk wilayah Kongres Ke-13 di Michigan, setelah wakil petahana John Convyers mundur di tengah dugaan pelecehan seksual.

Dengan tak-adanya pesaing dari Republik, Rashid (42) mengalahkan Etta Wilcoxon dari Partai Hijau dan Sam Johnson dari Partai Kelas Pekerja, dengan mengatungi 88,7 persen suara yang terkumpul.

Rashid maju sebagai calon Partai Demokrat, setelah selama enam tahun bergabung dengan partai tersebut di Dewan Legislatif Negara Bagian Michigan.

Warga Amerika-Palestina itu memasuki kancah politik AS pada 2008, ketika ia meraih kursi untuk Demokrat di Senat Negara Bagian Michigan, kata kantor berita Anadolu --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat.

Dalam satu wawancara pada pekan lalu dengan CBN News, Rashida menggambarkan prospek untuk "menjadi Muslimah pertama sebagai anggota Kongres sebagai perubahan jalur sejarah".

Ia memiliki 14 saudara-saudari, semuanya dilahirkan dari orang tua yang tinggal Tepi Barat Sungai Jordan  --wilayah yang diduduki Isrel, kata pernyataan yang disiarkan akun media sosialnya.

Ia berafiliasi pada sayap Bernie Sanders di Partai Demokrat, yang menyerukan perawatan kesehatan penuh, upah minimal 15 dolar, perlindungan lingkungan hidup dan biaya kuliah yang terjangkau.

Rashida Tlaib adalah salah satu dari 100 Muslimah Amerika yang bersaing untuk memperoleh kursi Kongres dalam pemilihan umum sela pada Selasa.

Baca juga: Demokrat rebut kendali dari Partai Republik di DPR Amerika Serikat

 
Editor: Chaidar Abdullah

Pewarta:
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar