Kemenkes gelar Ekspo Disertasi tunjukkan keunggulan pengembangan SDM

Kemenkes gelar Ekspo Disertasi tunjukkan keunggulan pengembangan SDM

Menteri Kesehatan Nila Moeloek (ANTARA /Puspa Perwitasari)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Kesehatan menggelar Ekspo Disertasi dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-54, Jakarta, Jumat.

Ekspo Disertasi ini bertujuan untuk menunjukkan keberhasilan pengembangan sumber daya manusia (SDM) kesehatan.

Sebanyak enam doktor lulusan tahun 2017-2018 di seluruh unit kerja Kementerian Kesehatan memberikan presentasi disertasi mereka di Gedung Kementerian Kesehatan, Jakarta, Jumat.

Dalam acara ini, Menteri Kesehatan Nila Moeloek juga hadir memberikan penilaiannya.

Salah satu disertasi yang dikomentarinya yakni disertasi berjudul Layanan Terpadu Bagi Orang dengan Skizofrenia (ODS) Disertai Risiko Kardiometabolik di Fasilitas Kesehatan Primer, karya Dr. dr Hervita Diatri, Sp. KJ (K) dari RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo.

"Orang dengan skizofrenia aktifitasnya kurang, banyak yang hanya di tempat tidur sehingga menyebabkan gangguan metabolik. Nah bagaimana orang yang hanya di tempat tidur ini tetap melakukan aktifitas fisik, pola makannya agar bisa dijaga, mungkin itu yang harus kita cari tahu," kata Menkes Nila Moeloek.

Sementara beberapa judul disertasi lainnya yang dipresentasikan dalam acara Ekspo Disertasi yakni "Penggunaan Urin dalam Diagnosis Tuberkulosis Aktif" karya Dr. dr. R. Dewi Kartika Turbawaty, Sp. PK (K), M.Kes dari RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung. Penelitian ini membahas cara mendiagnosis TBC melalui urin, bukan melalui tes air liur.

Selanjutnya Dr. Dhiana Setyorini, M.Kep., Sp.Mat dari Poltekkes Kemenkes Surabaya mempresentasikan alat deteksi dini berupa kartu skor yang akan memudahkan tenaga medis untuk menentukan seorang ibu hamil memiliki risiko atau tidak untuk terjadinya preeklampsi.

Kemudian Dr. Meti Widiya Lestari, SST, M.Keb dari Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya melalui disertasi berjudul "Brine Shrimp Test (BST) sebagai Metode Skrining Teratogenik", memperlihatkan penggunaan hewan avertebrata, artemia sebagai metode alternatif uji teratogenik terhadap ekstrak tanaman.

Metode ini diklaim Dr. Meti lebih hemat, cepat dan simpel dibandingkan dengan metode pengujian menggunakan tikus putih yang harganya lebih mahal.

Ekspo Disertasi ini merupakan ekspo yang ketiga setelah penyelenggaraan Parade Doktor pada 2015 dan 2017. Selain untuk menunjukkan keberhasilan pengembangan SDM kesehatan, ekspo ini juga sebagai ajang diseminasi hasil disertasi yang mempertemukan para doktor dengan pemangku kepentingan.

Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar