Cegah antrean mengular, UPK Monas keluarkan Kartu Kontrol antrean

Cegah antrean mengular, UPK Monas keluarkan Kartu Kontrol antrean

Wisatawan antre menaiki Monumen Nasional di Jakarta Pusat, Kamis (29/12/2016). Monumen Nasional menjadi salah satu tujuan wisata saat masa liburan Natal dan Tahun Baru. (ANTARA/Sigid Kurniawan )

Jakarta (ANTARA News) - Unit Pengelola Kawasan (UPK) Monas mengeluarkan kartu kontrol antrean untuk mencegah antrean pengunjung yang mengular saat mereka ingin naik puncak Monas.

"Kartu kontrol antrean ini baru berjalan satu bulan, atas inspeksi mendadak (sidak) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Agustus 2018," ungkap Staf Pelayanan UPK Monas Nursamin yang ditemui di kantor pengelola UPK Monas, Jakarta , Jumat.

Nursamin mengatakan dalam sidak tersebut, Gubernur DKI Jakarta mengimbau agar antrean pengunjung yang menuju ke puncak Monas lebih terkontrol dan tidak mengantre panjang, apalagi kapasitas muatan lift terbatas.

"Selama ini tidak terkontrol mana pengunjung yang datang lebih dulu, ada pengunjung yang baru datang tapi dia sudah naik lift, ada yang sudah mengantre lama tapi belum juga naik lift," jelas Nursamin.

"Sekarang pengunjung yang mengantre lift menuju puncak Monas jauh lebih terkontrol, antrean pun tidak mengular seperti dulu, pengunjung dapat mengestimasi kapan mereka akan naik lift ke puncak Monas,” cetus Rahmani Ain petugas tiket UPK Monas.

Rahmani menjelaskan kartu kontrol antrean ke puncak Monas dibedakan berdasarkan warnanya.

Untuk pukul 08.00-09.00 WIB diberi kartu warna merah, pukul 09.00-10.00 WIB jingga, pukul 10.00-11.00 WIB kuning, pukul 11.00-12.00 WIB hijau, pukul 12.00-13.00 WIB biru, pukul 13.00-14.00 WIB merah muda, pukul 14.00-15.00 WIB ungu, pukul 14.00-15.00 WIB warna coklat, pukul 15.00-16.00 WIB kartu warna putih.

"Apabila pengunjung yang mengantre lift menuju puncak Monas dipanggil tidak ada, maka mereka harus menunggu pada antrean jam selanjutnya," tutup Rahmani.

Dwi Wahyuni pengunjung Monas yang datang dari Tambun, Bekasi mengatakan kartu kontrol antrean ini membuat pengunjung lebih nyaman, jauh lebih efektif juga.

"Sekarang kita bisa menunggu sambil duduk dekat lift, dan dapat mengestimasi juga kapan kita naik lift menuju ke puncak Monas," tambah Dwi.

Namun Dwi berharap Sumber Daya Manusia (SDM) di UPK Monas ini dapat ditambah karena sedikitnya petugas yang mengarahkan pengunjung,

“Bingung sih mau naik atau turun itu arahnya kemana, habis petugasnya sedikit,” ujar Dwi.

Ikonik Ibu Kota itu bisa didatangi pengunjung hingga 20.000 orang perhari saat hari kerja dan 40.000 orang pada akhir pekan. Tahun lalu ada total 1,7 juta pengunjung yang masuk ke Tugu Monas. Sementara tahun ini sampai 31 Oktober 2018 sudah 1,5 juta, estimasi naik menjadi 1,8 juta diakhir tahun.

Penulis Andi Pambudy Nasution*
(Pewarta magang LPJA-BPJS Ketenagakerjaan)


Baca juga: Semakin diminati, Monas kekurangan pemandu wisata

Baca juga: Monas sediakan fasilitas "bronto skylift"

Pewarta:
Editor: Monalisa
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar