Curah hujan terus meningkat waspadai potensi bencana hidrometeorologi

Curah hujan terus meningkat waspadai potensi bencana hidrometeorologi

Arsip Petugas Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menerangkan cara kerja alat pengukur kecepatan angin dan hujan otomatis pada siswa Madrasah Arrayadlah (MA) Paiton-Probolinggo di Stasiun BMKG Krangploso, Malang, Jawa Timur, Selasa (6/11/2018). Kegiatan pembelajaran luar kelas yang diikuti 65 siswa tersebut bertujuan mengenalkan hal-hal yang berkaitan dengan prakiraan cuaca, iklim serta perhitungan awal musim hujan. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/hp.

Jakarta (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memonitoring dalam sepekan terakhir menunjukkan adanya peningkatan cuaca signifikan dimana hujan lebat hingga sangat lebat terjadi di sebagian wilayah Indonesia yang berdampak genangan, banjir, longsor dan banjir bandang. 

"Dalam sepekan ke depan menunjukkan curah hujan dengan intensitas lebat masih berpeluang terjadi yang dapat berpotensi mengakibatkan bencana hidrometeorologi antara lain genangan, banjir, longsor, banjir bandang dan puting beliung," kata Deputi Bidang Meteorologi BMKG Mulyono R Prabowo dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Jumat.

Dia menjelaskan, kondisi tersebut dipicu oleh adanya aktifitas aliran massa udara basah atau fenomena Madden Jullian Oscillation (MJO) dari Samudera Hindia sebelah Barat Sumatera yang menuju ke wilayah Indonesia terutama Indonesia bagian Barat dan Tengah yang menyebabkan kondisi atmosfer wilayah tersebut sangat basah.

Prabowo menjelaskan bahwa pada skala lokal proses konveksi atau pemanasan dan penguapan lokal juga turut mendukung adanya pembentukan dan pertumbuhan awan-awan hujan. 

Adanya pola sirkulasi angin tertutup (siklonik) yang berada di Samudera Hindia perairan Barat Sumatera dan Laut Cina Selatan bagian Barat perairan Kepulauan Natuna mempengaruhi pola pergerakan angin sehingga terbentuk pola belokan, pertemuan dan perlambatan angin di beberapa wilayah tersebut.

"Kondisi tersebut mengakibatkan peningkatan curah hujan yang signifikan di wilayah Indonesia bagian Barat dan Tengah," katanya.

Kondisi ini dapat menyebabkan terjadinya potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang di sekitar wilayah Indonesia dalam periode sepekan kedepan yaitu 9-14 November 2018, antara lain di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat.

Juga di Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur.

Di Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Sedangkan potensi potensi gelombang dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter diperkirakan terjadi di Samudera Hindia Barat Aceh, Samudera Hindia Barat Kepulauan Nias, Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia Barat Bengkulu.

Pewarta: Desi Purnamawati
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar