BEI resmikan pencatatan saham perdana Dewata

BEI resmikan pencatatan saham perdana Dewata

AKTIVITAS PELABUHAN TELUK BAYUR Alat berat crane mengangkat peti kemas ke atas kapal yang bersandar di Pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumatra Barat, Senin (5/11/2018). (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)

Ditujukan untuk memperkuat permodalan
Jakarta, 9/11 (Antara) - Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali meresmikan pencatatan saham perdana untuk  PT Dewata Freight International Tbk sebagai emiten ke-50 di sepanjang tahun  ini.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna di Jakarta, Jumat mengatakan setelah resmi tercatat sebagai emiten di BEI maka perseroan diharapkan terus membangun hubungan yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan, terutama dengan para investor.

"Semoga dengan aksi korporasi ini dapat memperkuat permodalan perseroan," katanya.

Ia menambahkan pihaknya akan terus mendorong perusahaan di Indonesia untuk masuk ke pasar modal sehingga menambah pilihan instrumen investasi bagi investor.

"Selain itu, juga dapat mengakselerasi pertumbuhan perusahaan sehingga turut mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia," katanya.

Direktur Utama Dewata Freight International Tbk, Bimada mengatakan penawaran umum perdana (IPO) merupakan bentuk komitmen perusahaan mewujudkan tata kelola perusahaan yang baik (GCG).

"Tujuan IPO ini juga sekaligus meningkatkan eksposur kepada investor asing, sehingga semuanya dapat meningkatakan bisnis perseroan," katanya.

Dalam aksi korporasi ini perseroan melepas 300 juta saham melalui skema IPO seharga Rp150 per saham. Dengan demikian perseroan meraih dana sebesar Rp45 miliar. 

Terpantau, saham perdana PT Dewata Freightinternational Tbk dengan kode emiten DEAL itu dibuka menguat 69,33 persen menjadi Rp254 dibandingkan harga penawaran umum perdana (IPO) sebesar Rp150 per saham.
PT Dewata Freight International Tbk merupakan perusahaan bidang jasa pengurusan transportasi, logistik pelayaran. 

Baca juga: TPK kelola Terminal 2 dan 3 Tanjung Priok

Pewarta: Zubi Mahrofi
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar