Menkeu berharap terjadi rasionalisasi pelaku ekonomi global

Menkeu berharap terjadi rasionalisasi pelaku ekonomi global

Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (31/10/2018). (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

komunikasi terkait kondisi fondasi ekonomi Indonesia kepada pelaku ekonomi global akan mendorong arus modal masuk
Jakarta, (ANTARA News) - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengharapkan adanya rasionalisasi pelaku ekonomi global agar memandang Indonesia bukan sebagai negara yang rentan (vulnerable) mengingat saat ini fondasi perekonomiannya masih positif.

"Tentunya sekarang dengan perkembangan politik yang ada, kami berharap akan ada muncul rasionalisasi dari pelaku ekonomi global. Mereka akan melihat Indonesia berbeda," kata Sri Mulyani ditemui di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Jumat.

Mantan direktur pelaksana Bank Dunia itu mengatakan komunikasi terkait kondisi fondasi ekonomi Indonesia kepada pelaku ekonomi global akan mendorong arus modal masuk.

"Makin kita berkomunikasi, kami berharap pelaku ekonomi terutama di tingkat regional global akan menyadari itu. Dan pada saat mereka lebih rasional, kita akan mendapatkan capital inflow yang lebih positif," ujar dia.

Baca juga: Sri Mulyani sebutkan dinamika ekonomi tinggi tapi masih terkendali

Sri Mulyani menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup kuat di 5 persen serta inflasi dijaga rendah. Postur APBN juga dinilainya makin sehat dan kredibel yang ditunjukkan dengan defisit yang semakin turun.

"Belanja sektor riil masih maju kalau kita lihat penerimaan pajak, hampir semua sektor kontribusinya mengalami pertumbuhan dua digit. Indonesia perlu untuk terus mengembangkan mengenai pentingnya fondasi-fondasi ini dikomunikasikan," kata Sri Mulyani.

Menkeu juga bercerita bahwa dalam kunjungannya ke Singapura dan Australia beberapa waktu yang lalu, investor dan para pelaku ekonomi melihat kondisi Indonesia berbeda dengan negara-negara yang rapuh secara ekonomi.

Namun, Sri Mulyani masih akan hati-hati mengingat suasana politik secara global tetap akan cair. 

Ia menegaskan bahwa dalam suasana yang global semacam itu, sistem keuangan di Indonesia harus mempunyai fleksibilitas dan kemampuan untuk meredam guncangan.

"Itu yang kami siapkan. Dalam APBN, bagaimana kalau terjadi guncangan, apakah kita mampu fleksibel dan mampu meng-absorb dari sisi keuangan. Dan dari sisi perbankan apakah mereka mampu mengubah saat terjadi guncangan itu," kata Sri Mulyani.

Baca juga: Menkeu harapkan APBN 2019 bisa respon gejolak global

Pewarta: Calvin Basuki
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar