"Nyanyian Cinta Negeri" jadi konser penutup JCP tahun 2018

"Nyanyian Cinta Negeri" jadi konser penutup JCP tahun 2018

Jakarta City Philharmonic dengan tema "Nyanyian Cinta Negeri" digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Jumat 10/11/2018 (ANTARA News/Fathur Rochman)

Jakarta (ANTARA News) - Pertunjukan musik orkestra bertajuk "Nyanyian Cinta Negeri" menjadi persembahan terakhir Jakarta City Philharmonic  (JCP) di tahun 2018. Konser yang digelar di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, Jakarta, pada Jumat malam tersebut dihadiri oleh sekitar seribuan penonton yang memenuhi ruang teater.

"Kami terkejut betapa antusiasnya penonton Jakarta City Philharmonic malam ini. Kami ucapkan terima kasih atas kehadiran Anda semua," ujar konsultan dan musikolog JCP Aditya Setiadi dalam pembukaannya di awal pertunjukan.

Konser "Nyanyian Cinta Negeri" menyajikan 11 lagu karya musisi ternama Tanah Air, seperti lagu "Ada Anak Bertanya Pada Bapaknya" (Bimbo), "Lullaby" (Franky Sahilatua), "Rindu" (Aksan Sjuman), "Nyanyian Cinta" (Frank & Jane), "Damai Tapi Gersang" (Ajie Bandy) dan "Yang Patah Tumbuh, Yang Hilang Berganti" (Banda Neira). 

Menariknya, lagu-lagu tersebut telah diaransemen ulang oleh 11 penggubah (arranger) terpilih, hasil proses audisi yang dilakukan oleh pihak JCP. Mereka adalah Achi Hardjakusumah, Asti Fajriani, Attar Nasution, Rahel Pradika Purba, Didi Ardiansyah, Hugo Agoesto Susanto, Irsa Destiwi, Iwan Paul, Muhammad Aji Priandaka, Nicolaus Edwin Fitrianto dan Vania Devina Siregar.

Baca juga: Persatuan dalam balutan karya Ibert, Brahms dan Singgih Sanjaya

Karya gubahan mereka kemudian dinyanyikan oleh empat orang penyanyi yang juga terpilih berkat mengikuti audisi, yaitu Anastasia Veronika, Desmonda Cathabel Christie, Dessy Anaknya Permatasari dan Michelle Oswari.

"Saya senang dan bersyukur karya saya bisa terpilih dan dibawakan di konser ini, karena JCP adalah salah satu orkestra terbaik di Jakarta yang dikelola secara profesional," ujar salah seorang penggubah, Iwan Paul.

Pertunjukan musik yang berlangsung sekitar dua jam itu sukses menghibur para penonton. Gemuruh tepuk tangan dan teriakan penyemangat dari kursi penonton selalu terdengar di setiap akhir lagu yang dibawakan. Bahkan tak sedikit dari mereka yang melakukan standing ovation, sebagai bentuk pujian kepada para penampil.

"Konsernya keren banget. Aku tadi sangat menikmati konsernya. Aransemennya buat lagu yang dibawain jadi semakin bagus, terus penyanyinya juga keren banget suaranya. Aku sebagai penonton merasa terhibur dan puas banget," ujar Dewi, salah seorang penonton.

Konser reguler JCP mendapat dukungan penuh dari Badan ekonomi Kreatif (Bekraf) dan Dewan Kesenian Jakarta. Konser ini pertama kali diadakan pada 2016. Hingga kini, JCP telah menggelar konser sebanyak 18 kali. 

Baca juga: Hidung Belang dalam alunan orkestra

 

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar