KSAD: Beda parpol tetap harus jaga silaturahmi

KSAD: Beda parpol tetap harus jaga silaturahmi

Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono (tengah) mewisuda 131 dari 146 Perwira Tinggi (Pati) TNI AD melalui upacara kemiliteran di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Minggu (11/11/2018). (Dispenad)

Kita boleh berbeda dalam haluan politik, tetapi yakinlah komitmen untuk 'espirit de corps' almamater akan mampu mempersatukan kita dalam Satu jiwa 'Lembah Tidar'
Magelang (ANTARA News) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono mengingatkan kepada purnawirawan Perwira Tinggi (Pati) TNI AD yang telah bernaung di bawah bendera partai politik berbeda, namun harus tetap menjaga silaturahmi dan hubungan baik dengan sesama purnawirawan TNI AD. 
 
"Meskipun bernaung di bawah bendera politik yang berbeda, tetaplah menjaga silaturahmi, toleransi, serta hubungan baik, karena kita pernah berjuang dan mengabdi bersama-sama," kata KSAD dalam sambutannya saat mewisuda 131 dari 146 Purnawira Perwira Tinggi (Pati) TNI AD melalui upacara kemiliteran di Akademi Militer (Akmil) Magelang, Jawa Tengah, Minggu.
 
Menurut dia, perbedaan dalam haluan politik dibolehkan, namun komitmen untuk menjaga almamater harus mampu mempersatukan sesama purnawirawan TNI AD. 
 
"Kita boleh berbeda dalam haluan politik, tetapi yakinlah komitmen untuk 'espirit de corps' almamater akan mampu mempersatukan kita dalam Satu jiwa 'Lembah Tidar'," kata Mulyono. 
 
Menurut dia, tak lama lagi Indonesia akan menyongsong event besar demokrasi, yaitu Pilpres dan Pilleg yang akan dilaksanakan bulan April 2019.
   
Agenda nasional tersebut, lanjut KSAD,  berperan sentral dan krusial bagi masa depan bangsa dan negara. Sesuai tugas dan kapasitasnya, TNI AD akan turut membantu, mengawal dan menjaga pelaksanaan pesta demokrasi ini guna menjamin ketertiban dan kenyamanan rakyat dalam menggunakan hak-hak politiknya. 
   
"Masa-masa ini juga merupakan momen pembuktian atas netralitas TNI yang menjadi komitmen bangsa, serta sebagai salah satu indikator demokrasi bangsa yang sehat," tuturnya. 
 
Oleh karena itu, kata mantan Pangkostrad ini, bagi para wisudawan/wisudawati yang ingin melanjutkan pengabdiannya kepada rakyat melalui jalur politik diharapkan agar jiwa dan semangat untuk tulus berbakti kepada Negara dapat terus dikobarkan. 
 
"Kiprah para purnawirawan bersama para Purnawirawan lainnya sangat penting dalam menanamkan nasionalisme dan nilai-nilai pengabdian kepada seluruh anak bangsa," tegasnya. 
 
KSAD pun mengajak para purnawirawan yang baru di wisuda untuk turut membantu pemerintah dengan ikut menciptakan suasana yang damai dan kondusif demi keberlangsungan hidup berbangsa dan bernegara yang lebih baik.
 
"Meskipun telah lepas dari kehidupan keprajuritan, saya yakin bahwa nilai-nilai dan semangat sebagai prajurit tidak akan mudah hilang. Kedisiplinan, ketegasan dan sifat-sifat keteladanan sebagai abdi negara yang terpancar dari pribadi para wisudawan/wisudawati tentu sangat diharapkan menjadi contoh teladan bagi masyarakat pada umumnya, serta bagi para prajurit dan keluarganya pada khususnya. Perwujudan sikap ini kami yakini tercermin dalam tiap tindakan para wisudawan/wisudawati, termasuk dalam menegakkan tertib administrasi dan tata penggunaan atribut serta fasilitas dinas demi kepentingan institusi TNI AD yang kita cintai bersama ini," paparnya.
 

Pewarta: Syaiful Hakim
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar