counter

Suka duka dan rencana God Bless di usia 45 tahun

Suka duka dan rencana God Bless di usia 45 tahun

Para personel band rock God Bless (dari kiri ke kanan), Ian Antono (gitaris), Ahmad Albar (vokalis), Donny Fatah (basis) dan Abadi Soesman (keyboardis) dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (29/10/2018). (ANTARA News/Lia Wanadriani Santosa)

Jakarta (ANTARA News) - Band rock God Bless telah menginjak usia 45 tahun berkarya di belantika musik Indonesia. Selama perjalanan karir tersebut banyak suka duka yang telah dilalui. Dari pergantian personel hingga masalah lainnya yang pernah dialami.

"Banyak kenangan yang kita alami dari tahun 75, kita tampil sama Deep Purple. Ada juga suka dukanya seperti ketika kita di Jogja pernah diserang di hotel, hancur, lalu digebukin," ucap Ahmad Albar saat berbincang di Gedung Kesenian Jakarta, Jakarta, Senin.

Vokalis God Bless ini menambahkan, "Pernah God Bless main dan hujan panitia nggak pasang atap. Jadi pas God Bless main hujan," ujarnya.

Dalam perjalanannya, God Bless beberapa kali melakukan pergantian personel. Band yang dikenal dengan lagu "Semut Hitam" ini juga pernah sempat vakum beberapa lama lantaran kepergian salah satu personelnya.

"Banyak pergantian pemain dari awal. Kecelakaan Fuad Hassan juga sempat buat God Bless jadi vakum. Banyak pergantian pemain dari Nasution bersaudara, masuknya Jockie Suryoprayogo, Dedi Dores. Ganti drummer hingga akhirnya Fajar masuk," kata pria berusia 72 tahun ini.

Meskipun telah memasuki usia 45 tahun, namun God Bless tetap ingin terus eksis di belantika musik Indonesia. Bahkan rencananya God Bless juga akan menyiapkan album kedelapan yang akan dirilis tahun depan.

"Kita rencanakan tahun depan siapkan materi sudah ada beberapa buah lagu mudah-mudahan bisa masuk recording lagi dan bisa rilis album kedelapan," tutupnya.

Baca juga: Liztomania Vol.5 hadirkan God Bless dalam pertunjukan "Badut-badut Jakarta"

Baca juga: Rayakan 45 tahun, God Bless hadirkan konser yang intim

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar