Jogja-Netpac Asian Film Festival angkat tema "Disruption"

Jogja-Netpac Asian Film Festival angkat tema "Disruption"

Jumpa pers Jogja-Netpac Asian Film Festival di Jakarta, Selasa (13/11/2018). (ANTARA News/Yogi Rachman)

Jakarta (ANTARA News) - Festival film tahunan Jogja-Netpac Asian Film Festival (JAFF) kembali diadakan mulai tanggal 27 November - 4 Desember 2018. Di usianya yang ke-13, JAFF mengangkat tema "Disruption" yang menempatkan festival film ini sebagai usaha bertindak terhadap sejumlah perubahan yang melanda Asia.

"Tahun ini kita pilih tema "Disruption". Bagaimana kemudian perubahan terjadi beberapa tahun terakhir karena bencana, politik, dan teknologi itu mengahasilkan perubahan yang baru," ucap Ifa Isfansyah, Festival Director JAFF dalam jumpa pers di Jakarta, Selasa.

JAFF memilih film "Umi O Kakeru" yang akan ditayangkan sebagai film pembuka. Film berbahasa Jepang, Indonesia, Inggris ini merupakan karya terbaru sutradara asal Jepang, Koji Fukada. Aktor Indonesia Adipati Dolken merupakan salah satu pemainnya.

"Ini kebetulan dia tahun lalu syuting film ini di Aceh, tentang tsunami di Aceh dimainkan satu keluarga," kata Ismail Basbeth selaku Program Director JAFF.

Tahun ini ada 124 judul film dari 27 negara di Asia yang akan diputar di sejumlah bioskop dan luar bioskop di Yogyakarta.

JAFF juga menghadirkan program seru lainnya, seperti Asian Feature, JAFF Indonesian Screen Awards, Open Air Cinema, dan Focus On yang akan menampilkan Garin Nugroho.

Tahun ini, JAFF memiliki program baru berupa JAFF Education yang berisi workshop penulisan skenario bersama Ernest Prakasa, kelas akting bersama Reza Rahadian, dan beberapa program lain yang berhubungan dengan teknis film.

Baca juga: Dunia perfilman Asia tidak lagi didominasi China

Baca juga: "Jogja Asian Film Festival" kembali digelar


 

Pewarta: Yogi Rachman
Editor: Alviansyah Pasaribu
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar