counter

Korban banjir masih mengungsi

Korban banjir masih mengungsi

Dokumentasi - Warga bersama prajurit TNI AD dari Yonif 323/Buaya Putih Raider membersihkan lumpur atau material tanah pascalongsor yang menimpa dua rumah dan menyebabkan empat orang tewas tertimbun di Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (8/10/2017). (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Belum kembali karena dikhawatirkan turun hujan lagi.
Pangandaran (ANTARA News) - Warga yang menjadi korban bencana banjir di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, masih bertahan di tempat pengungsian karena khawatir terjadi banjir susulan melanda rumahnya.

"Air mulai surut tapi pengungsi belum kembali ke rumahnya," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Pangandaran, Nana Ruhena melalui telepon seluler, Rabu.

Ia menuturkan, warga yang dilaporkan belum kembali ke rumahnya masing-masing yakni di Desa Pananjung dan Desa Babakan, Kecamatan/Kabupaten Pangandaran.

Mereka, lanjut dia, belum berani kembali ke rumahnya karena hujan deras seringkali mengguyur kawasan Pangandaran sehingga khawatir banjir kembali melanda pemukiman penduduk.

"Belum kembali karena dikhawatirkan turun hujan lagi," katanya.

Hasil pendataan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Pangandaran terdapat 10 lokasi yang dijadikan tempat pengungsian yang aman dari terjangan banjir yakni tersebar di Desa Pananjung dan Desa Babakan.

Warga yang mengungsi di kawasan Desa Pananjung sebanyak 1.200 kepala keluarga atau 4.460 jiwa, dan pengungsi di Desa Babakan sebanyak 300 kepala keluarga atau 900 jiwa.

"Itu data kemarin, hari ini kemungkinan berkurang," kata Ruhena.

Sebelumnya hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Pangandaran menyebabkan beberapa ruas jalan dan pemukiman penduduk terendam banjir, Selasa (14/11).*


Baca juga: Korban bencana angin kencang akan dibantu

Baca juga: Palembang dinilai kurang serius tangani banjir


 

Pewarta:
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar