Modalku menangkan "Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge" dari Badan PBB

Modalku menangkan "Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge" dari Badan PBB

Ilustrasi fintech (Shutterstock)

Jakarta (ANTARA News) - Platform pinjaman digital, Modalku, memenangkan Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge yang diselenggarakan oleh United Nations Capital Development Fund (UNCDF) dan UN Pulse Lab Jakarta, setelah mengajukan proposal pengembangan usaha mikro.

Setelah komite UNCDF - UN Pulse Lab Jakarta melakukan evaluasi, mereka menyeleksi proposal-proposal terpilih yang menawarkan solusi teknologi inovatif bagi kebutuhan bisnis usaha mikro, demikian keterangan tertulis Modalku, di Jakarta, Kamis.

Modalku mendaftar dengan proposal Microentrepreneur Agent Network atau “Jaringan Agen Pengusaha Mikro”. 

Sebagai perusahaan terpilih, Modalku akan memperoleh pendanaan dari UNCDF untuk memulai proyek sesuai proposal.

Micro Enterprise Fintech Innovation Challenge adalah tantangan UNCDF yang bertujuan untuk meningkatkan penggunaan solusi teknologi digital bagi usaha-usaha mikro di Indonesia.

Sektor mikro membentuk sekitar 90 persen dari total usaha Indonesia. Akan tetapi, pengusaha mikro seperti pemilik warung atau penjual makanan seringkali tidak memiliki akses ke layanan keuangan yang dapat membantu mereka memenuhi kebutuhan usaha.

Salah satu solusi bagi permasalahan ini adalah dengan meningkatkan penggunaan layanan keuangan digital di antara kalangan usaha mikro.

Contohnya, dengan memperluas akses ke modal usaha, menyediakan rekening online, dan sebagainya melalui platform digital. Akses serta penggunaan produk dan layanan keuangan digital dapat membantu segmen mikro menjalankan usaha mereka secara lebih efisien dan mempermudah pengembangan usaha.

UNCDF adalah badan PBB yang diberikan mandat untuk menjalankan dana pemerintah dan dana swasta untuk mengurangi tingkat kemiskinan serta mendukung perkembangan ekonomi.

Pendanaan UNCDF digunakan untuk dua hal. Pertama,  inklusi keuangan, agar semakin banyak individu dan usaha kecil yang memiliki sarana untuk mengelola kehidupan finansial mereka. Serta investasi lokal, agar ekonomi di pasar-pasar lokal dapat berkembang.

“Kami menyampaikan penghargaan terhadap UNCDF dan UN Pulse yang telah memberi kesempatan dan dukungannya kepada Modalku untuk mengembangkan bisnis model kami ke sektor Missing Micro," kata Fajar Adiwidodo, VP of Product Modalku, 

Ia mengatakan, ada sekitar 40 juta Usaha Mikro di Indonesia, yang karena tidak tersedianya data, kolateral, maupun rekam jejak kredit dan transaksi, tidak mendapatkan akses ke pembiayaan untuk usaha mereka. 
Usaha seperti warung makan, toko kelontong, dan industri rumahan masih mengalami kesulitan bila membutuhkan pembiayaan. 

Untuk itu, Modalku ingin mengubah ini.  Modalku menyediakan layanan P2P lending, di mana peminjam (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah yang berpotensi) bisa mendapatkan pinjaman modal usaha tanpa agunan hingga Rp 2 miliar yang didanai oleh pemberi pinjaman platform (individu atau institusi yang mencari alternatif investasi) melalui pasar digital.

Baca juga: Modalku salurkan pinjaman kepada 7.000 UMKM

Pewarta: Unggul Tri Ratomo
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

OJK pastikan tidak ada fintech beroperasi di Kepri

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar