counter

Megawati instruksikan kader tidak melawan informasi hoaks

Megawati instruksikan kader tidak melawan informasi hoaks

Ketua umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri (ketiga dari kanan), pada pembukaan Sekolah Partai Angkatan III di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Kamis (15/11/2018). (ANTARA/Foto: Riza Harahap)

Sampaikan hal-hal positif yang membangun optimisme."
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri menginstruksikan kepada para kader untuk tidak memberikan perlawanan jika mendapat serangan informasi hoaks dan ujaran kebencian.

"Saya katakan, jangan melawan. Untuk apa kita melawan. Karena kita tahu itu omongan bohong, pernyataan kebencian," kata Megawati Soekarnoputri  saat menyampaikan pidato pada pembukaan Sekolah Partai Angkatan III sekaligus penutupan Pembekalan Kader Fungsional, di kantor DPP PDI Perjuangan, Menteng, Jakarta, Kamis.

Sekolah Partai PDI Perjuangan Angkatan III dan Pembekalan Kader Fungsional diikuti sekitar 130 orang peserta dan berlangsung pada Kamis (15/11) hingga hari Minggu (18/11).

Menurut Megawati, para kader PDI Perjuangan jangan pernyataan bohong dan ujaran kebencian dengan hal yang sama, karena tidak akan menyelesaikan persoalan. Megawati memerintahkan, agar para kader partai menyikapi informasi hoaks dan ujaran kebencian, dengan memberikan pencerahan kepada masyarakat. "Rakyat sekarang sedang dibodohi, diberikan kabar-kabar bohong, dan ujaran kebencian, termasuk soal agama," katanya.

Presiden kelima Republik Indonesia ini menyatakan, dirinya berpikir apakah orang-orang yang menyebar kabar hoaks itu tidak melihat perkembangan di Timur Tengah. "Di Timur Tengah, saat ini sedang mengalami peperangan yang belum tahu sampai kapan berakhirnya. Pertanyaan saya, siapakah yang berperang itu?" katanya.

Megawati menjelaskan, agar para kader memberikan informasi yang positif dan faktual soal Presiden Jokowi, pemerintahan, dan sebagainya. "Sampaikan hal-hal positif yang membangun optimisme," katanya.

Pewarta: Riza Harahap
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar