counter

Kabareskrim ancam pelaku penyalahgunaan BBM subsidi industri

Kabareskrim ancam pelaku penyalahgunaan BBM subsidi industri

Seorang pekerja mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar kedalam jerigen untuk kebutuhan nelayan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Desa Padang Seurahet, Johan Pahlawan, Aceh Barat, Aceh, Jumat (20/7/2018). Kebutuhan BBM subsidi jenis solar untuk nelayan di kabupaten setempat rata-rata mencapai delapan sampai 10 ton per hari, sedangkan persediaan hanya lima ton per hari atau 152 ton per bulan akibat banyaknya penambahan kapal dan perahu nelayan, sehingga para nelayan terpaksa beralih membeli BBM non subsidi. (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

jangan sampai BBM subsidi digunakan untuk industri
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Irjen Pol Arief Sulistyanto mengancam akan menindak tegas pelaku penyalahgunaan BBM subsudi untuk industri karena harga keduanya berbeda.

"Apabila ada penyimpangan akan dilakukan penindakan contohnya BBM subsidi dan industri harganya berbeda. Penyimpangan itu yang akan kami temukan sehingga jangan sampai BBM subsidi digunakan untuk industri," ujar dia di Kantor Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis.

Untuk penindakan, tutur Arief Sulistyanto, akan dilakukan sesuai jenis pelanggaran dan ketentuan hukum yang berlaku, tetapi diupayakan menjadi langkah terakhir karena langkah koordinasi untuk menghilangkan berbagai macam kendala yang diutamakan.

Kabareskrim menuturkan untuk mendukung pemerintah menjalankan kebijakan BBM satu harga, hal tersebut harus dikawal dan dijaga agar jangan sampai terjadi penyimpangan.

Selanjutnya dalam rapat dengan satgas pangan, Kementerian ESDM dan Pertamina dikatakannya akan diundang untuk memberikan info lebih lanjut mengenai pelaksanaan kebijakan BBM satu harga tersebut.

Terkait mekanisme pengawalan BBM menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, Arief mengatakan sama seperti pengawalan pengamanan yang sudah berjalan selama ini.

Ia menyebut sejauh ini dari pantauan satgas pangan di wilayah, menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 tidak terdapat gejolak akan kebutuhan BBM serta kebutuhan pokok.

"Pasokan sembako stok cukup, beras juga 2,5 juta ton cukup. Di DKI 50 ribu ton sudah di atas batas aman sehingga tidak perlu dikhawatirkan sehingga kami tinggal menjaga," kata dia.

Sampai tahun 2018, program BBM satu harga ditargetkan menjangkau sampai 130 titik dan 160 titik sampai tahun 2019.

Realisasi Program BBM satu harga sampai 14 November 2018 telah beroperasi di 120 titik lokasi dan telah diresmikan sebanyak 88 titik lembaga penyalur BBM satu harga.

Baca juga: Satgas pangan memantau stok menjelang Natal dan Tahun Baru 2019

Baca juga: INDEF: Pemerintah harus pastikan target produksi beras tercapai

Baca juga: DPR minta Satgas Pangan selidiki kebocoran gula rafinasi

Pewarta: Dyah Dwi Astuti
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar